WONOSARI-RABU WAGE | Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Arif Setiadi menjawab apologi (pembelaan) Ari Siswato, anggota DPRD Gunungkidul terhadap kerja Bupati Sunaryanta.
Dia menyatakan, kalau memang benar persoalan pengisian pejabat atau penempatan pejabat untuk 12 jabatan eselon II b yang masih kosong berlarut-larut dipandang sebagai sikap hati-hati Pemda, dalam hal ini Saudara Bupati, maka ini baik.
“Hati-hati kan memang baik ya. Hati-hati menandakan kecermatan. Tidak boleh ceroboh tapi juga tidak boleh lelet”. Motto kita kan ‘Cancut Tali Wondo’. Kan persoalan ini kontradiktif dengan motto Hari Jadi kita yang ke-190,” ujar Arif Setiadi, 29-12-2021.
Yang menjadi soal, kata Ketua DPD PAN Gunungkidul itu, adalah perbedaan antara hati-hati dengan lelet itu tipis.
“Kalau kita lihat dari jumlah jabatan eselon II b yang kosong sekitar 38,7%, dan itu baru akan diisi 5 jabatan, masak hal seperti ini tidak dipandang sebagai masalah,” tanya Arif Setiadi.
Belum lagi, lanjutnya, kalau dilihat dari kacamata reformasi birokrasi. Pengisian jabatan ini hanya satu soal dari banyak soal reformasi birokrasi. Di samping penempatan pegawai sesuai dengan standar kompetensi, soal peningkatan kompetensi, soal peningkatan kinerja, soal peningkatan pimpinan yang jadi rule model, soal pengembangan data pegawai yang mutakhir dan akurat, belum lagi soal peningkatan akuntabilitas kinerja.
”Kalau baru satu soal pengisian / penempatan pegawai saja masih banyak yang kosong, belum lagi soal-soal birokrasi yang lain, apa itu bukan keteteran namanya,” tanya dia menandaskan.
Menurutnya, menghadapi Tahun Anggaran 2022, Dinas-Dinas yang Kepala definitifnya masih kosong tidak mungkin bisa berjalan efektif efisien.
“Tentu harapan kita soal ini segera bisa teratasi, sehingga Pemda kita semakin baik,” pungkasnya. (Bambang Wahyu)













