Polisi Tidur di Jalan Nasional Tidak Membahayakan Pengguna Jalan

137

WONOSARI, Selasa Kliwon – Speed bump (polisi tidur) yang dipasang pada jalan nasional diprotes warga. Polisi tidur dianggap membahayakan pengguna jalan. Sementara pembuatan polisi tidur diatur di dalam undang-undang. Pemasangan polisi tidur di jalan nasional tidak membahayakan pengguna jalan, tetapi justru mengamankan.

Netizen yang tergabung di dalam group publik faceebok info cegatan jogja berkomentar macam-macam terkait dengan kecelakaan di depan rumah sakit Nur Rohmah. Penjual telur menanggung kerugian materi setelah jatuh gara-gara polisi tidur.

Ir. Eddy Praptono, Kadinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Gunungkidul membenarkan, jalan nasional Yogya Wonosari mulai dipasang polisi tidur.

“Memang, mulai tanjakan Piyungan saya lihat banyak dipasang speed bump,” kata Eddy menjawab pertanyaan awak media, (8/8).

Dia membandingkan dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Menurutnya, di Wonogiri jalan nasional juga mulai banyak dipasang polisi tidur.

“Tentang speed bump yang ada di jalan nasional kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak,” imbuhnya

Sementara itu, UU No. 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang lalu lintas dan angkutan jalan secara tidak langsung menyebutkan, polisi tidur merupakan bagian dari prasarana lalu lintas, setara dengan marka, rambu, APILL. Polisi tidur, termasuk  kategori pengendali dan pengaman pengguna jalan.

Di dalam Pasal 25 Ayat (1) disebutkan, setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi : a. rambu lalu lintas; b. marka jalan; c. alat pemberi isyarat lalu lintas; d. alat peneranganjalan; serta e. alat pengendali dan pengaman jalan.

Secara teknis pembutan alat pengendali dan pengaman jalan (polisi tidur) diatur di dalam peraturan pemerintah untuk jalan nasional, Pergub bagi jalan propinsi serta perda untuk jalan kelas kabupaten. Agung Sedayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.