Politik Katak Lompat: Rebutan Rekomendasi Maju di Pilkada 2020

530

WONOSARI – Senin Pon | Di Gunungkidul terkait Pilkada 23 September 2020, dalam hal pendaftaran bakal calon bupati/wakil bupati, terjadi fenomena  katak lompat (Katlom).

Lompat katak diartikan sebagai satu kecenderungan bahwa bakal calon mendaftar  di beberapa partai politik demi meraih rekomendasi dari pucuk pimpinan parpol di Jakarta.

 

 

Tokoh yang mengambil langkah katlom antara lain Mayor Sunaryanta, Bahron Rasyid serta Immawan Wahyudi.

Mayor Sunaryanta, anggota TNI aktif ini mendaftar sebagai kandidat bakal  calon bupati Gunungkidul di PDIP,  NasDem, juga Golkar.

Bahron Rasyid, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati di partai Nasdem, Demokrat dan Golkar.

Sementara Immawan Wahyudi, Wakil Bupati Gunungkidul mendaftar di Partai Amanat Nasional dan partai Golongan Karya sebagi kandidat  bakal calon bupati.

Ari Siswanto, politisi sekaligus Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gunungkidul menilai, seorang tokoh mendaftar di berbagai parpol untuk bisa bertarung di pilkada 2020  adalah wajar.

“Sepajang tokoh itu berasal dari kalangan umum, profesional atau yang lain, itu nggak masalah,” ujar anggota DPRD Gunungkidul, di ruang fraksi PKS, (17/02/20).

Tetapi, demikian lanjut Ari Siswanto, tokoh yang berasal dari kader parpol, sebaiknya tidak perlu mendaftar ke mana-mana.

“Politik katlom itu seperti menandakan betapa kuatnya ambisi seseorang untuk bertarung di kancah pilkada 2020,” timpal Joko Priyatmo, melengkapi penilaian Ari Siswanto. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.