Posting Dagangan di Fb Warga Nglipar Nyaris Tertipu Puluhan Juta

431

NGLIPAR-MINGGU KLIWON | Dedi Tri Siswanto warga Padukuhan Kwarasan Kulon, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul nyaris menjadi korban penipuan, Kamis (02/12/2021) malam.

Meskipun ternak sapi jantan seharga Rp 25,5 juta telah naik keatas truk dan siap dikirim, kedok pembeli secara online inipun terbongkar.

Bukti transfer yang diberikan oleh pelaku setelah dicermati merupakan hasil rekayasa scan komputer. Tidak hanya itu, ketika korban bermaksud melakukan cek saldo melalui mesin ATM, kondisi rekening korbanpun terblokir.

Dedi panggilan akrabnya menceritakan, awal kejadian bermula saat membantu menjualkan ternak sapi saudaranya via online dengan cara memposting di group FaceBook (FB).

Setelah gambar, video dan diskripsi harga berhasil diposting, unggahan korban direspon komentar oleh beberapa netizen salah satunya pemilik akun FB dengan nama Antha Fathoni.

Dari komentar tersebut akhirnya Dedi dan pelaku penipu beralih komunikasi via chat WhatsApp (WA) sehingga tercapai hingga yang telah disepakati.

“Harga yang saya tawarkan langsung disanggupi oleh pelaku, kemudian saya diminta mengirimkan foto buku rekening berikut nomornya,” ungkap Dedi, Jumat siang, (03/12/2021).

Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB, Dedi berujar, armada truk pengangkut ternak akhirnya sampai di lokasi kandang.

Sebelumnya, komunikasi antara dirinya dengan pelaku sejak siang hari terus berlanjut termasuk pelaku memberikan data perjalanan armada dengan bantuan aplikasi Google Map.

“Saya sangat percaya, karena semua bukti serta komunikasi dari pelaku sangat sopan dan meyakinkan,” ujar korban.

Beruntung, diungkapkan Dedi, saat ternak sapi telah berada di atas truk, pengemudi memberikan saran agar dicroscek terlebih dahulu terkait uang transferan calon pembeli.

“Mas sopirnya tidak mau terjadi masalah, jangan sampai ternak telah dia angkut ternyata uang transferan dari penipu tidak masuk rekening saya. Jadi sopir truk tersebut juga kena tipu oleh pelaku, sementara saya hampir kena,” ujar Dedi.

Ternak sapi akhirnya gagal dikirimkan ke alamat penipu. Namun handphone korban masih terus dihubungi dan diteror pelaku. Pelaku berdalih bahwa dia telah memberikan bukti transfer dan telah mengirimkan armada untuk mengangkut ternak.

Teror pelaku tidak ditanggapi, akhirnya berhenti dengan sendirinya. Hingga saat ini semua bukti percakapan, foto, video terkait kejadian tersebut masih disimpan Dedi.

“Saya memang belum melaporkan ke pihak berwajib. Saya berpesan apabila bertransaksi online khususnya jual beli apapun harus hati-hati dan waspada. Prinsipnya ada uang ada barang, ada barang ada uang,” tandas Dedi. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.