Pantai Bekah Teka-teki Berkah dan Musibah

401

PURWOSARI-MINGGU KLIWON | Pemerintahan Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta melakukan pengeboran air baku di bibir pantai Laut Bekah akhir 2021. Proyek Rp 12 miliar lebih gelontoran dari Kementerian PUPR Melalui Balai Besar Wilayah Serayu Progo itu digadang bakal membawa berkah, meski juga bisa ada masalah.

Lokasi proyek berada di Temon, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul, DIY. Nilai proyek, sesuai kontrak sebesar Rp 12.923.202.735,00.

Proyek tahun anggaran 2021 dikerjakan selama 270 hari kalender, sejak kontrak ditandatangani. Artinya, akhir tahun 2021, pengeboran harus selesai.

Tokoh setempat banyak menyoroti dugaan penyimpangan spek tetapi ditepis oleh kontraktor PT Aquatec Rekatama Konstruksi bahwa itu tidak benar.

“Semua berjalan sesuai bestek,” kata Thomas, Direktur Utama PT Aquatec Rekatama Konstruksi saat dikonfirmasi media.

Persoalan yang kemungkinan timbul bergeser bukan penyimpangan spek atau tidak, tetapi Desember 2021 tinggal 26 hari. Kalau proyek itu tidak rampung pasti ada perpanjangan. Kalau diperpanjang tidak selesai, bangunan itu bakal jadi monumen kegagalan sepanjang sejarah.

Informasi terakhir yang dihimpun media, mata bor hanya mampu menembus batu 60 cm sehari. Jika pengeboran tidak ketemu air, maka uang negara sebesar hampir Rp 12 miliar bakal terbuang sia-sia di tepi pantai laut Bekah. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.