“Banyak warga di sini yang awalnya ikut kerja namun secara sepihak dipecat oleh pelaksana. Sudah kita tegur dan beri masukan penanggungjawab proyeknya, ini janjinya warga yang dipecat akan ditarik kerja lagi,” ungkap Tokoh Simo 2, Rabu, (17/07).
Kerena kekesalan warga terhadap operator alat berat saat melakukan pengerukan dan membuang limbah di area pintu air milik warga, lebih lanjut ia bertutur, secara kompak masyarakat Simo 2 memblokade jalan masuk menuju proyek. Akibatnya mobilitas proyek sempat berhenti setengah hari.
Hal tersebut sebagai bentuk protes warga terhadap penanggungjawab proyek, agar tidak semena-mena dan mengerti akan kearifan lokal.
“Kita juga peringatkan pelaksana, masa iya warga sekitar minta limbah tanah dan batu harus bayar Rp 150.000,- . Tapi kalau dia nekat ya monggo, kita tahu hukum tahu aturan itu adalah pelanggaran,” ungkap salah satu Tokoh Masyarakat Simo 2.
Sementara itu, hingga berita ini dilansir perwakilan resmi dari PT. Erlian Prima Group yang beralamat di Banteng 01/07, Hargobinangun, Pakem, Sleman belum dapat memberikan tanggapan terkait persoalan proyek tersebut. (ag)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…
GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…