OPINI

RAMALAN TENTANG HARI KIAMAT

PARA pakar rajin memperkirakan datangnya kiamat. Tidak disadari isi kepala mereka telah lebih dulu kiamat.

Ilmu sedangkal tumit disombongkan dianggap telah basah air selautan, bahkan delapan lautan.

Mereka tidak memahami laut sedang menahan diri menunda kemarahan dengan gulungan ombak dan gelombang.

Sekali purnama, wajah laut yang biru memerah ingin mencaplok rembulan untuk menenggelamkan bumi dalam sekejap.

Tetapi emosi laut terus tertahan, karena matahari belum sejengkal di atas kepala.

Selama salju puncak Himalaya, sepanjang gletser Jaya Wijaya belum cair, bumi masih aman.

Tetapi para ilmuwan masih juga menghitung hari akhir dengan dengan pikiran di tumit.

Menghitung dengan sejuta jari pun, dada mereka pasti hampa karena pelita tak kunjung menyala.

Ketika bumi menyampaikan berita, mereka bingung dan bertanya. Mereka melihat manusia bangkit dari kubur seperti cendawan di musim hujan.

Itulah hari pembalasan yang kalian hitung tiap pagi, siang, petang dan malam hari, ucap bumi di setiap telinga.

Tanah gemuruh menggema: aku diperintah Tuhanmu untuk menguras perut bersama gunung-gunung.

Tidak ada kebaikan yang tak terbalas dan tidak ada keburukan yang tak terhukum, meski itu sebiji zarah.

Seluruh mulut rapat terkunci, piranti tubuh manusia mulai bicara tentang apa yang dilakukan jiwa dalam menapaki dunia.

Sebagian kecil selamat bersama Rasul Muhammad, sebagian besar menyesal karena tertinggal di jalan merah saga.

Kiamat itu ilmu langit. Manusia tak akan tahu, kecuali sedikit diberi tahu. Tetapi pasti tidak.

Balada 31 Desember 2021

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

3 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

3 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

3 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

3 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

7 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

1 minggu ago