SAPTOSARI-SABTU KLIWON | Ratusan bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kapanewon Saptosari Kabupaten Gunungkidul, DIY, dinilai gagal terealisasi, Penewu setempat berharap untuk kedepan Dinas PUPR Propinsi tidak memunculkan daftar penerima baru.
Hal tersebut dikatakan Penewu Saptosari Djarod Hadi Admojo, S.IP, M.SI, bahwa sejumlah 362 Kepala Keluarga (KK) calon penerima bantuan RTLH di Kapanewon Saptosari ini sebagian besar masih menunggu tanpa kepastian.
Sementara itu, berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh infogunungkidul, dari jumlah tersebut diketahui 158 KK telah terealisasi, sedangkan 204 KK lainya masih menggantung.
Hal ini dibenarkan Djarod Hadi Admojo, S.IP, M.SI. Pihaknya menyatakan, bahwa RTLH tersebut telah diajukan pada tahun 2018 dan dilaksanakan tahun 2019. Ia juga tidak mengetahui secara persis macetnya RTLH, sehingga warga harus menunggu hingga saat ini.
“Tentunya kami sangat berharap program dari Dinas PUPR DIY ini bisa segera terlaksana,” ujarnya.
Lantaran program bantuan RTLH dinilai gagal terlaksana sesuai dengan rencana, Djarot berharap, untuk kedepan Dinas PUPR Propinsi tidak memunculkan daftar penerima baru.
“Akan tetapi menyelesaikan daftar penerima yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR),” ungkap Djarot.
Djarot juga menambahkan, bahwa bagi warga calon penerima RTLH yang masih belum turun, untuk bersabar, karena pemerintah masih terfokus pada penanganan Covid-19.
“Kami harapkan semua dapat bersabar, kami selalu berusaha untuk bisa program tersebut bisa segera dilaksanakan,”pungkasnya. (Karyanto)












