Ribuan Ayam Mati dalam Pesawat Lion Air

61

JAKARTA, RABU PON – Sebanyak 4.125 ekor anak ayam kampung Day Old Cicken (DOC) mati sia-sia. Hewan tersebut mati di pesawat Lion Air JT 0778, dalam penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta, menuju Makassar.

Rencana, DOC akan dibagikan ke Rumah Tangga Miskin (RTM) di Tana Toraja, provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade M Zulkarnain mengatakan, anak ayam tersebut dikirim dari Bogor ke Makassar oleh PT Putra Perkasa Genetika. Total pengiriman ayam hari Selasa, sebanyak 5.000 ekor, yang hidup hanya 825, yang mati lebih dari 4.000 ekor.

“Kejadiannya Selasa siang dari Jakarta tiba di Makassar pukul 16.25 WIT,” jelasnya Selasa (13/11).

Menurutnya, hal seperti ini sudah sering terjadi. Namun, kata dia, Lion Air tidak ada tanggung jawab. Dia mencontohkan, 2 minggu lalu ada juga pengiriman ke Makassar dengan menggunakan pesawat yang sama.

“Dua minggu lalu 1.200 ekor mati. Hari ini 4.125 ekor,” kata Zulkarnain.

“Kami menuntut Lion Air bertanggungjawab karena anak ayam tersebut dikirim untuk peternak kecil di pedesaan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengiriman anak ayam tersebut merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu mengentaskan kemiskinan 16.000 Rumah Tangga Miskin (RTM). Dia mengkhawatirkan program Kementan ke Sulsel susah terwujud lantaran pihak maskapai tidak mau bertanggaung jawab atas peristiwa tersebut.

Dikinfirmasi, pihak Lion Air belum nemberikan jawaban. (tan/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.