Suhartoyo Kolektor Bambu dan Kayu Unik Bertuah

397

PLAYEN, RABU PON-Suhartoyo (35) warga RT 20, RW 04, Banaran IV, Banaran, Playen, Gunungkidul, DIY, menekuni kebiasaan berburu bambu dan kayu unik bertuah. Pekerjaan utama buruh, tetapi setiap ada waktu senggang, dihabiskan menjelajah hutan berburu bambu dan kayu.

Siang hari, Rabu (14/11), tanpa baju, Suhartoyo mengendap-endap di bawah bambu ori, tepi Sungai Oyo, barat Rest Area Buder. Tangannya memegang gergaji kecil. Hari mujur, Suhartoyo menemukan bambu unik berkarakter tumpang sari. Cabang bambu tumbuh simetris. Di kalangan pengoleksi bambu unik, temuan Hartoyo sering disebut bambu patil lele.

Sebagian masyarakat memaknai, bahwa bambu serupa bermanfaat untuk kepentingan dagang, meski secara logika sulit dibuktikan.

Sepanjang dia bergabung dalam Komunitas Pembolang Karya Alam (KPKA), sejak 2003, koleksinya pun bermacam-macam. Dia mengaku memiliki galih asem, kayu nogosari, tlogosari, klampis ireng, munthu kawak kayu jeruk, bambu pamekang, bambu jalu, dan masih banyak yang lain.

Soal khasiat mistik, Hartoyo mengaku belum pernah merasakannya, tetapi secara materi pernah menikmati 3 sampai 4 kali. Kayu dan bambu unik itu oleh beberapa orang pemesan dimahar Rp 1,3 juta per biji.

Suhartoyo suka berburu kayu dan bambu unik, tetapi tidak untuk menghidupi anak istri. Pekerja tidak tetap sebagai buruh pemasang gipsum dan pencari sekaligus penjual madu asli, adalah andalan pencahariannya.

“Penggemar madu asli, boleh ke rumah, terbukti palsu, gak usah bayar,” ujarnya sembari tertawa. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.