Ricuh HKm Wonorejo: Wardoyo Segera Dipertemukan dengan Anggota Unit Nglorog

1826

GONDOKUSUMAN – Selasa Kliwon | Basuki dan Sukarman atas nama Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Unit Nglorog, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, didampingi Slamet, S.Pd. MM, diantar Kepala BDH Karangmojo, Hermiyanto,  berhasil menghadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY.

Di  Jalan Argolubang No. 19 Yogyakarta, Selasa (04/02/20), mereka diterima Kepala Seksi Perhutanan Sosial, Fery Maryuliani.

 

 

Dalam kesempatan itu Slamet membeberkan, bahwa managemen kelompok Wonorejo sangat merugikan anggota, karena tidak transparan.

“Kehadiran kami meminta penjelasan soal  hasil penebangan kayu oleh Kelompok HKm induk,  Wonorejo,  Kecamatan Ngipar, yang diketuai Wardoyo. Kami sampai Argolubang, karena di kelompok kami tidak diberi akses oleh Wardoyo,” ujar Slamet, (04/02/20).

Intinya, lanjut Slamet, petani Hkm unit Nglorog yang anggotanya tidak kurang dari 94 orang minta difasilitasi DLHK untuk dipertemukan dengan Wardoyo, Ketua Kelompok Wonorejo, selaku pengendali induk organisasi.

Yang ingin Slamet ketahui sederhana: Hasil penebangan kayu jati terkumpul berapa kubik,  dijual laku berapa, setelah dikurangi pajak dan biaya operasional sisa berapa, masing-masing  anggota menerima bagian berapa rupiah.

“Itu saja. Tidak lebih,” terang Slamet.

Fery Maryuliani, SP, didampingi Tri Mulyadi dan Suroto, meluluskan permintaan Slamet, selaku pendamping kelompok tani HKm Unit Nglorog.

“Namun kami harus menjadwalkan harinya. Nanti bapak-bapak kami kabari,” kata Fery Maryuliani.

Sementara itu, Sukarman mengusulkan, pertemuan sebaiknya tidak jatuh hari Selasa dan Kamis. Alasannya, Wardoyo pada hari itu pasti ada acara pisowanan ke Kraton Yogyakarta. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.