RTH Patuk Bukan Geosite Ilmu Kebumian

166

PATUK-MINGGU PAHING | Budi Martono, matan Sekda Gunungkidul menyatakan, Tim Revalidasi II Geopark Gunungsewu akan melakukan tugas di Gunungkidul 22-7-2023.

Kunjungan pertama Tim akan memvalidasi geosite ruang taman terbuka (RTH) Patuk.

Dihimpun dari berbagai sumber Geosite merupakan tempat yang diidentifikasi untuk pengembangan ilmu kebumian, yang sekaligus sebagai daya tarik wisata.

Geosite RTH yang ada di Gapura Pintu Masuk Gunungkidul (GPMG), hubungannya dengan pengembangan ilmu kebumian sepertinya tidak begitu jelas.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian, S IP, M.Si menyatakan, RTH dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Lebih tepat, penjelasannya dari Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Mohamad Arif Aldian, Sabtu, 11-3-2023.

RTH Gapura Patuk, menutut Antonios Hary Sukmono, ST selaku Kadinas Lingkungan Hidup, merupakan penanda pintu masuk kawasan Geopark Gunungsewu salah satunya dengan dilengkapi gerbang satuan ruang strategis karst Gunungsewu.

“Dalam kawasan RTH Patuk dilengkapi informasi awal tentang Geopark Gunungsewu atau kawasan karst Gunungsewu,” terang A. Hari Sukmono.

Dikutip dari Google Art, ilmu kebumian merupakan suatu istilah untuk kumpulan cabang ilmu yang mempelajari bumi.

Cabang ilmu itu menggunakan gabungan ilmu fisika, geografi, matematika, kimia, dan biologi untuk membentuk suatu pengertian kuantitatif dari model lapisan-lapisan Bumi.

“Soal ilmu kebumian ada pada informasi awal,” tegas Hari Sukmono.

RTH Patuk seperti diinformasikan Budi Martono, pada 22 Juli 2023, akan dijadikan salah satu tempat yang dikunjungi oleh Tim Revalidasi II Geopark Gunungsewu.

Publik berpendapat, RTH Patuk itu baru merupakan geosit yang menjadi daya tarik pariwisata.

“Meski tergolong sepi pengunjung,” kata pegiat lingkungan MH Mudi Lestari.

Karena RTH Patuk dirancang sebagai penanda, ujar Mudik Lestari berikutnya, maka soal ilmu kebumian ada di tempat lain. Gunung Api Purba, atau yang lain, misalnya.

Harap pemirsa tahu, RTH Patuk merupakan Visibilitas atau Gate/ Titik penanda awal kawasan Geopark Gunung Sewu dari arah barat ( Yogyakarta)… dan itu merupakan persyaratan yang direkomendasikan oleh UNESCO,” timpal Budi Martono meluruskan.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.