PLAYEN – SELASA PON | Salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Kabupaten Gunungkidul viral di media sosial, lantaran sekolah ini hanya memiliki 13 orang siswa mulai dari kelas 1-6. Bahkan untuk siswa kelas 2 dan 6 sama sekali tidak memiliki murid. Meski demikian, para siswa tetap melaksanakan pembelajaran dari rumah selama masa pandemi.
Sekolah Dasar Negeri Wonolagi yang berada di Padukuhan Wonolagi, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen tersebut tepatnya berada di dalam hutan Wanagama.
Mengingat wilayah padukuhan tersebut berada jauh dari perkotaan, SD N Wonolagi hanya memiliki 13 siswa dari total murid yang ada.
Kekurangan siswa ini tidak menjadi hambatan untuk mereka tetap menuntut ilmu, meski dengan berbagai kekurangan, pihak sekolah tetap melaksanakan belajar dari rumah atau BDR selama masa pandemi.
BDR dilakukan dengan cara membuat group melalui aplikasi WhatsApp, dimana para guru yang ada mengirimkan video pendidikan dan memberikan tugas kepada para siswa untuk dikerjakan.
Dwi Astuti, orang tua siswa mengungkapkan, bahwa penerapan BDR diakui oleh orang tua dan siswa karena sangat membantu mereka tetap belajar selama masa pandemi, orang tua juga lebih dekat dengan anak mereka dan memantau seperti apa kecerdasan anak dalam belajar.
“Meski terkadang para orang tua juga harus belajar ekstra, karena mengikuti kurikulum pendidikan yang berbeda dengan yang mereka alami dulu,” katanya, Senin (20/07/2020) siang.
Sementara itu, Karitas Marsudi Yanti Kepala SD N Wonolagi mengatakan, bahwa pihak sekolah mengakui kekurangan siswa ini salah satunya disebabkan karena letak SD N Wonolagi yang berada di dalam hutan Wanagama.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kekurangan siswa ini berdampak pada operasional sekolah.
Yang mana, dikatakan Karitas, setiap tahun pihak sekolah hanya mendapatkan sekitar 10 juta dana BOS untuk operasional sekolah.
“Dengan dana sekitar 10 juta tentu saja berbagai kekurangan dialami sekokah, hingga tak jarang para guru patungan untuk kegiatan operasional sekolah,” ucapnya. (Hery)













