Besaran saweran dalam pesta politik di Gunungkidul 23/09/2020 mendatang, tentu akan menjadi salah satu penentu siapa yang akan menjadi ‘pemenang semu’ di entitas politik Gunungkidul.
Orang kaya baru yang datang ke daerah dan mencalonkan diri sebagai kepala Daerah patut menepuk dada karena sudah yakin akan menjadi pemenang dan pemimpin sekalipun tidak berasal dari pemimpin inovatif dan pemuka masyarakat (Opinion Leader Inovatif).
Pemuka masyarakat yang sudah teruji akan kandas bahkan tersingkir dari pergulatan politik lokal.
Problematika yang akan menyertai di era kepemimpinan mereka adalah dalam mengeksekusi program dan permasalahan rakyat.
Rupanya, rakyat bakal menerima perlakuan PHP ( Pemberian Harapan Palsu). Rakyat akan menerima kenyataan getir, bahkan pahit.













