WONOSARI, Rabu Pon – Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional. Kabupaten Gunungkidul secara kwantitatif memilik banyak koperasi, namun secara kwalitatif banyak yang tidak sehat.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Widagdo menjelaskan bahwa, di Kabupaten Gunungkidul tercatat sebanyak 308 Koperasi. Dari jumlah tersebut, 76 koperasi dinyatakan tidak sehat, dalam waktu dekat ini akan segera dibubarkan.
“Pembubaran terpaksa dilakukan karena 76 koperasi itu tidak melakukan aktivitas, tidak membuat laporan adminitrasi dan tidak melaksanakan rapat anggota tahunan,” tegas Widagdo pada peringatan hari koperasi Rabu 12/7/17.
Soal pembinaan, menurut Widagdo sebenarnya terus dilalukan, namun tidak bisa menyeluruh karena keterbatasan personil dan anggaran.
“Tahun 2017 hanya ada dana 1,3 miliar, itu pun masih dibagi ke sekretariat, bidang koperasi dan bidang UKM,” imbuh Widagdo.
Meski 76 Koperasi akan dibubarkan namun saat ini masih bermunculan koperasi baru. Tahun 2017 ini ada 3 koperasi baru yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM.
“Ratusan koperasi yang masih aktif, masuk dalam 3 kriteria yakni, kriteria sangat baik, baik dan cukup. Koperasi kategori sangat baik akan didorong terus agar mempertahankan prestasinya, sedangkan yang kriteria baik dan cukup akan terus dibina,” imbuhnya.
Repoter: W. Joko Narendro
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…