Selama Massa Pandemi, Ribuan Pasangan di Gunungkidul Bercaerai

275

WONOSARI-KAMIS WAGE | Selama Pandemi Covid-19, ribuan wanita di Gunungkidul berubah status menjadi janda baru. Menurut data dari Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, sejak awal bulan Januari 2020 hingga akhir bulan Juli 2020, setidaknya tercatat 1.032 kasus perceraian di Kabupaten Gunungkidul.

Angka perceraian tersebut masih tergolong tinggi, bahkan di masa pandemi Covid-19, pihaknya hanya mencatat penurunan selama bulan April 2020, dimana pada saat itu pemerintah memang tengah menganjurkan Work From Home (WFH).

“Layanan Pengadilan Agama jadi berkurang karena kerja dari rumah dan warga banyak tinggal di rumah. Jadi perceraian menurun,” kata Muslih Humas Pengadilan Agama Wonosari, saat¬†dikonfirmasi melalui pesan singkat, pada Kamis (06/08/2020).

Muslih menjelaskan, bahwa mulai bulan Januari 2020 hingga bulan Juli, Pengadilan Agama telah mengabulkan setidaknya 1.032 perceraian. Dengan rincian masing-masing 216 permohonan talak dan 816 permohonan gugatan.

Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi tingginya angka perceraian, diantara faktor tersebut,  kondisi ekonomi dan kehadiran orang ketiga merupakan faktor tertinggi yang menjadi fakrot perceraian

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah pendaftar pengajuan talak yang dilakukan oleh laki-laki lebih sedikit dibanding pengajuan gugatan oleh perempuan. Selain itu, era new normal pada Juni 2020, trend angka perceraian terjadi peningkatan.

“Kami menerima 67 pendaftaran talak dan 183 pendaftar gugatan. Pada bulan Juni, Pengadilan Agama telah mengabulkan 52 talak dan 169 gugatan. Terakhir pada Juli 2020, terdapat 56 pendaftaran talak dan 147 gugatan. Sementara 56 talak dan 183 gugatan dikabulkan, sementara itu ada lonjakan dari bulan sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya telah mencatat 43 pengajuan talak dan 170 pendaftaran gugatan sejak Januari 2020. Dari total pengajuan bulan Januari 2020 pihaknya mengabulkan 118 permohonan perceraian gugatan dan 37 talak. Hal itu disampaikan Muslih jumlah tersebut merupakan sisa dari bulan sebelumnya. Dari data jumlah tersebut diketahui tujuh pendaftar talak dan 12 pendaftar gugatan dicabut.

Memasuki Bulan Februari 2020, masih menurut Muslih Pengadilan Agama Wonosari mengabulkan 39 permohonan talak dan 127 permohonan gugatan. Di bulan itu, pihaknya menerima 48 pendaftar talak, sementara untuk pendaftar gugatan berjumlah 119. Dari jumlah tersebut, hanya lima talak dan delapan gugatan yang dicabut.

“Memasuki Bulan Maret 2020, Pengadilan Agama Wonosari mengabulkan 25 talak dan 104 gugatan,” ungkapnya.

Kemudian pada April 2020, terjadi penurunan pendaftar yang cukup signifikan. Ia menduga penurunan tersebut lantaran pandemi yang terjadi membuat layanan sempat dibatasi serta sistem work from home dan anjuran untuk di rumah saja menjadi penyebab pendaftaran perceraian menurun.

Di bulan April, diinformasikan Muslih, Pengadilan Agama Wonosari mengabulkan 15 talak serta 55 gugatan. Selain itu, pihaknya juga menerima pendaftaran 5 talak dan 16 gugatan saja.

“Sama dengan April, Bulan Mei pun juga demikian. Hanya ada dua talak yang mendaftar proses perceraian. Sedangkan untuk gugatan terdapat enam pendaftar. Kami mengabulkan 20 talak dan 60 gugatan,” pungkasnya. (HERY)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.