Operasi Progo 2020, Utamakan Kepatuhan Protokol Kesehatan

201

WONOSARI- KAMIS WAGE | Operasi Patuh Progo 2020 di wilayah Kabupaten Gunungkidul, yang berlangsung selama 14 hari, sejak 23 Juli 2020, telah resmi berakhir pada tanggal 5 Agustus 2020 kemarin. Operasi progo kali ini difokuskan terhadapa kepatuhan pengendara sesuai protokol kesehatan.

Kanit Laka Lantas Polres Gunungkidul, Iptu Soni Yuniawan mengatakan, hingga Operasi Progo usai, kepatuhan terhadap protokol kesehatan semakin baik.

Menurutnya, berdasarkan pantauan di lapangan selama operasi, kepatuhan para pengendara penggunaan masker saat berkendara telah dijalankan.

Dsampaikannya, bahwa Polres Gunungkidul, belum lama ini juga telah membuat memasang garis marka jaga jarak di 3 titik persimpangan yang berada di seputaran kota Wonosari.

“Garis marka tersebut berada di Simpang Baleharjo, Simpang Alun-alun atau Titik 0 KM Wonosari, kemudian Simpang Kranon. Dimana marka ini di khususkan bagi pengguna kendaraan roda dua,” katanya, saat ditemui di ruang kerja, Kamis (06/08/2020) siang.

Ia juga menyampaikan, hingga Operasi Patuh Progo 2020 berakhir, terpantau pengendara roda dua kini sudah semakin mematuhi marka tersebut. Dimana, para pengendara roda dua saat berhenti di persimpangan atau lampu merah, para pengendara tersebut langsung menempatkan kendaraan di marka yang sudah ditentukan.

“Juga kendaraan roda empat, mereka berhenti persis di belakang markah. Jadi pengendara sudah semakin hafal dengan aturan tersebut,” jelasnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Anang Trinuviyan mengatakan, pihaknya fokus terhadap upaya edukasi kepada masyarakat untuk protokol kesehatan. Karena itu, tidak ada penerapan tilang bagi pengendara. Meski demikian, personel yang diterjunkan ke lokasi tetap mengimbau para pengendara, jika nanti ditemukan tidak mengenakan masker saat berlalu-lintas.

“Bagi mereka yang tidak mengenakan, kami edukasi sekaligus memberikan masker secara gratis,” jelas katanya.

Anang menyampaikan, Operasi Patuh Progo 2020 kali ini diprioritaskan pada kepatuhan masyarakat dalam menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Ia menyebut pihaknya lebih banyak melakukan upaya preventif dan simpatik.

Selama Operasi Patuh Progo kemarin, dijelaskanya, bahwa Polres Gunungkidul menerjunkan sebanyak 127 personel.

Mereka ditempatkan di berbagai titik strategis, terutama di wilayah Kota Wonosari, jalur wisata, dan jalur lintas antar wilayah.

“Operasi simpatik AKB oleh Polres Gunungkidul ini juga dilakukan di pusat-pusat keramaian. Antara lain di pasar-pasar tradisional, swalayan, hingga sejumlah toko modern. Kami juga membagikan masker dan hand sanitizer selama operasi dilakukan secara gratis,” jelas Anang. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.