Sempat Terjadi Polemik, Pelantikan Kasipel Berlangsung Lancar dan Tertib

1209

WONOSARI, (Jumat Pon)-Setelah melalui proses panjang mulai dari pengumuman dan sosialisasi pendaftaran hingga pelaksanaan ujian serta pengumuman hasil ujian, maka ditetapkan Galih Riana Dhevi Nugroho sebagai peserta yang lolos menjadi calon Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha dan Umum (TU dan Umum) Desa Pulutan dengan perolehan nilai ujian 70,4. Acara pelantikan serta pengambilan sumpah/janji berlangsung lancar dan tertib, Jumat, (22/06).

Dalam sambutannya Kepala Desa Pulutan Tri Untaro seusai melantik, mengajak seluruh peserta calon Kaur TU dan Umum Desa Pulutan agar menerima hasil serta keputusan dengan legowo. Segala proses pelaksanaan pengisian telah dilaksanakan sesuai prosedur yang ada dengan mengedepankan sikap transparansi serta profesionalitas.

Kades juga menjelaskan, beban menjadi perangkat desa tidaklah ringan terutama Kaur TU dan Umum oleh karenanya dia mengajak seluruh jajarannya agar merapatkan barisan menjadi tim solid untuk membangun Desa Pulutan kearah lebih baik. Adanya persoalan janganlah ditinggalkan namun itu menjadi motifasi untuk memperbaiki diri serta kinerja Pemerintah Desa.

“Pulutan memerlukan kinerja kita yang tulus ikhlas dalam mengabdi kepada masyarakat sehingga mampu membawa arah pembangunan Desa Pulutan kearah lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menekankan, tugas seorang Kaur TU dan Umum sangatlah penting sebagai ujung tombak administrasi desa. Dia berharap agar pejabat Kaur TU dan Umum terlantik mau belajar dari perangkat lainnya ataupun perangkat desa di luar Desa Pulutan.

Tri Untaro juga menyampaikan, ditenggah situasi kondisi regulasi yang terus berubah tatanannya dari tahun ke tahun perangkat desa harus mau dan mampu mawas diri untuk senantiasa belajar.

“Kinerja kita senantiasa diawasi oleh masyarakat, saya mengajak seluruh perangkat desa di Desa Pulutan, mari kita tekankan sikap transparansi, profesionalitas dan kedisiplinan. Menjadi perangkat desa adalah pilihan kita sendiri, maka mari kita jadikan ladang untuk beramal dan ibadah,” jelasnya.

Kades juga menekankan di dalam pemerintah desa semua harus solid serta kompak dalam berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sehingga tercipta situasi kondusif serta berperadaban dalam segala lini pembangunan. (Ag/ig)

NGAWEN-KAMIS WAGE-infogunungkidul.com-Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Kepala Seksi Pelayanan (Kasipel) Desa Beji Kecamatan Ngawen dilaksanakan di Aula Pendopo Balai Desa setempat dengan dihadiri jajaran Muspika Ngawen, BPD Desa Beji, serta tokoh masyarakat. Walaupun sebelumnya sempat diwarnai polemik karena adanya pengaduan pesarta. Akhirnya pelantikan berlangsung lancar dan tertib.

Setelah melalui proses panjang mulai dari pengumuman dan sosialisasi pendaftaran hingga pelaksanaan ujian serta pengumuman hasil ujian, maka ditetapkan Age Indra Setyanto sebagai peserta yang lolos menjadi calon Kasipel Desa Beji dengan perolehan nilai ujian 98 dan menyingkirkan 3 rival peserta lainnya.

Pengambilan sumpah/janji pelantikan Age dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Beji Supartono,S.Sos.

Seusai melantik, Supartono dalam sambutannya menyampaikan, agar para peserta ujian calon Kasipel Desa Beji menerima hasil serta keputusan dengan legowo. Segala proses pelaksanaan pengisian telah dilaksanakan sesuai prosesur yang ada. Disamping itu, dia berpesan kepada pejabat Kasipel lama agar berkenan memberikan arahan serta ilmunya kepada Kasipel baru.

Kades juga menjelaskan, akhir-akhir ini banyak masalah yang terjadi di Desa Beji oleh karenanya dia mengajak seluruh jajarannya agar merapatkan barisan menjadi tim solid untuk membangun Desa Beji kearah lebih baik. Adanya persoalan janganlah ditinggalkan namun itu menjadi motifasi untuk memperbaiki diri serta kinerja Pemerintah Desa.

“Capaian prestasi telah banyak kita raih baik dari Propinsi maupun Pemerintah Kabupaten, namun yang belum terlaksana juga masih banyak, oleh karenanya saya mengajak seluruh perangkat desa solid,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Ngawen Slamet Winarno, S.Sos,MM dalam sambutannya menjelaskan, tugas seorang Kasipel sangatlah penting serta bersinggungan langsung dengan masyarakat. Dia berharap agar pejabat Kasipel terlantik mau belajar dari pejabat lama ataupun perangkat desa lainnya.

Lebih lanjut Camat juga menyinggung persoalan adanya ulah oknum perangkat desa menggelapkan uang dana desa merupakan tamparan keras yang memalukan, namun harus dijadikan pembelajaran semua pihak.

Slamet juga menekankan di dalam pemerintah desa semua harus solid serta kompak dalam berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Reporter: Ag-ig




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.