Sepi Orderan Ratusan Pengrajin Topeng Terlilit Hutang

207

Patuk – Akibat pandemi corona, ratusan pengerajin topeng batik Padukuhan Bobung, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mati suri. Hal tersebut membuat sejumlah kerajinan topeng sepi orderan bahkan harus menanggung cicilan hutang.

Selain itu, banyak alat berkarat dan berdebu akibat terlalu lama dibiarkan, kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya pengerajin topeng yang terlilit hutang dan belum bisa membayar hutang, ironisnya hingga kini para pengerajin tidak mendapatkan bantuan.

Salah satu pengerajin Topeng Batik Bobung, Heppy Sunaryo mengaku, sejak pandemi virus corona mereka sama sekali tidak pernah mendapatkan orderan topeng patung batik dari para konsumen.

Ia menambahkan, sebelum ada pandemi para pengerajin mampu memproduksi 60 patung perhari dengan omset Rp 5.000.000 (lima juta rupiah) setiap bulannya.

Dikeluhkan Heppy, semenjak virus corona melanda, tak satupun orderan masuk kepengerajin, hal tersebut diperparah dengan belum turunnya bantuan UMKM sampai ketingkat daerah.

“Padahal banyak pengerajin topeng bobung yang mengharapkan bantuan,” katanya, Rabu (02/09/2020) sore.

Lebih jauh Heppy mengatakan, guna mencukupi kebutuhan sehari – hari, banyak pengerajin yang memilih untuk berhutang sementara di warung warung terdekat, sembari menunggu hasil panen tani mereka.

“Saya berharap pandemi ini bisa segera teratasi agar roda perekonomian para pengerajin bisa bangkit, saya juga meminta kepada pemerintah agar memberikan solusi atas permasalahan yang kita hadapi,” pungkasnya. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.