JAKARTA, (Kamis Kliwon)-Wartawan Muhamad Yusuf meninggal saat proses hukum yang menimpa dirinya sedang berjalan. Kematiannya mengetuk nurani rekan seprofesi. Rinaldo, Pimpinan Redaksi SPB merencanakan akan melakukan aksi damai melalui pengumpulan1000 tanda tangan.
Biro dan perwakilan Sinar Pagi Baru di berbagai daerah mendesak agar redaksi melakukan aksi damai. M. Yusuf berhadapan dengan hukum karena pemberitaan yang membela kepentingan masyarakat di wilayahnya. Fatal, dia harus meregang nyawa.
Dewan Pers mengetahui bahwa yang dipersengketakan di kepolisian adalah pemberitaan. Seharusnya, M. Yusuf tidak perlu sampai ditangani pihak kepolisian.
Pemimpin Redaksi SPB, Rinaldo menyampaikan, dewasa ini banyak wartawan yang berhadapan dengan hukum, tetapi dibiarkan tidak dilindungi secara semestinya.
Dalam waktu dekat SPB akan melakukan aksi damai. Usai Hari Raya Idul Fitri atau awal Juli 2018 bersamaan dengan jadwal sidang perkara antara organisasi wartawan PPWI dan SPRI melawan Dewan Pers yang sudah berjalan empat kali.
PPWI dan SPRI diketahui sedang menggugat kebijakan-kebijakan Dewan Pers di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, karena dinilai melakukan perbuatan melawan hukum. “Pemilihan waktu dan tempat diputuskan untuk memberikan semangat dan dukungan kepada PPWI dan SPRI di persidangan,” jelas Rinaldo (14/06).
Lebih lanjut ia mengatakan, aksi hanya dilakukan oleh redaksi, tidak melibatkan organisasi wartawan dan pihak manapun. Bentuk aksi yang dilakukan adalah meminta 1000 tanda tangan ke masyarakat untuk mengingatkan agar wartawan meninggal lantaran berhadapan dengan hukum tidak terulang.
Jumlah massa yang turun dalam aksi, Rinaldo berencana mengajak wartawan SPB Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi berkisar hanya 25 sampai 30 orang. Dia tidak menutup kemungkinan bilamana ada rekan rekan wartawan lain yang bergabung.
Menurutnya, yang bertanggungwab atas kematian M. Yusuf, selain Dewan Pers adalah Kejaksaan Negeri Kotabaru yang menolak penangguhan penahanan yang diajukan keluarga.
Rinaldo berharap, agar almarhum M. Yusuf dikenang sebagai wartawan oleh keluarga dan anak anaknya, bukan sebagai pelaku tindak kriminal. (red)
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…