PATUK-Minggu Kliwon | Jalan Nasional Km 23 hingga Km 24 (Kerjan-Putat) langganan macet. Pasalnya, setahun sekali warga Desa Beji, Kecamatan Patuk kirab sepanjang 1 Km. Mereka keluar dari simpang 3 bekas Pasar Sore belok kiri, kembali ke balai desa di depan SMK Muhammadiyah I Patuk.
Mulai dari pukul 14.45 hingga 15.59 WIB, pengguna jalan dari arah Wonosari tertahan hingga SPBU Gading, Kecamatan Playen.
“Saya harus menepi di Km 24, ketimbang menambah ruwetnya jalan,” ujar Suwarno (55) pengemudi truk angkutan berat, (14/07).
Warga Padukuhan Kedung Prahu, Desa, Krajan, Sukoharjo, Jawa Tengah ini mengaku pilih menepi sekalian makan siang di warung Km 24, ketimbang semeter berjalan, semeter berhenti.
Sekedar diketahui, demikian kesaksian warga setempat, panjang kirab budaya tidak kurang dari 1 Km.
“Padahal yang kirab hanya lima padukuhan, karena Kampung Wisata Jelok memilih pesta bersih dusun di tengah sungai Oya sambil gelar musik keroncong,” ujarnya.
Banyak pihak yang menyarankan, sebaiknya kirab budaya itu tidak melintas di jalan nasionaĺ, terlebih hari Minggu. (Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…
GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…