OPINI

Sindiran Gaya Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam berpidato sering menggunakan gaya bahasa repetisi, mengulang kata dengan maksud memberi penekanan terhadap pesan yang disampaikan . Di samping itu, mantan Gubernur DKI 2012 setengah jalan ini juga gemar menyindir.

Baru-baru ini, Jokowi mengemukakan, demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, pemerintah dapat membubarkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) anti Pancasila.

Pembubaran ormas-ormas anti Pancasila, menurut Presiden, bukan untuk menghambat proses demokrasi di Indonesia.

“Kita berada di negara yang berdemokrasi. Di negara demokratis  silakan sampaikan pendapat, silakan bila ingin berdemo. Tetapi ada aturan yang harus diikuti, yakni tidak mengganggu yang lain, dan bisa menjaga ketertiban keamanan kota maupun negara,” kata Presiden seperti dilansir di laman resmi Sekretariat Kabinet 5/5/17.

Jokowi tidak terang-terangan menyebutkan ormas yang dipandang sebagai anti Pancasila. Dia cukup menyindir dengan kata kunci berdemo.

Tak perlu dijelaskan publik tahu, yang belakangan aktif berdemo adalah Front Pembela Islam (FPI).

Ormas yang dikomdani Habib Rizieq ini anti Pancasila? Itulah yang tidak diceploskan, hanya disindir-sindir.

Problem yang kemudian dihadapi: demonya super tertib, orasinya halus, lakunya sopan, tetapi niatnya mengganti ideologi negara. Nah, mampukah Jokowi mendeteksi hal seperti ini?

Orang tidak mudah melupakan sejarah yang menimpa Serambi Mekah, yang dilakukan Christiaan Snouck Hurgronje. Sarjana Belanda, penganut paham orientalist ini berhasil membobol Tanah Rencong. Kelakuannya lebih islami dibanding masyarakat  aceh pada waktu itu.

Saat ini, Presiden Jokowi tidak mampu mencermati,  ada orang, atau kelompok orang, yang berperilaku sangat pancasilaist, tetapi niatnya malah merobohkan ideologi negara.

Sekali-sekali boleh dong menyindir, bahwa presiden Jokowi tidak peka.

infogunungkidul

Recent Posts

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

1 hari ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

4 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

3 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

3 minggu ago