Sunaryanta Digadang Menyalip Prestasi Badingah

1265

SEGITIGA sama kaki tergambar jelas pada angka 191 bersamaan dengan usia Kabupaten Gunungkidul 27 Mei 2022.

Angka 191 juga mirip kurfa bahwa setelah mencapai titik teratas kembali anjlok untuk merangkak menuju kejayaan.

Panitia Hari Jadi sempat membuat bingung masyarakat karena pemilihan tema KRIDHANING MAKARYA, berlanjut pada spanduk aneh yang dikritisi Ketua Dewan Kebudayaan GunungkIdul CB Supriyanto.

Spanduk tersebut telah diturunkan dibarengi klarifikasi permintaan maaf oleh Kabag Protokol dan Rumah Tangga Setda Kabupaten Gunungkidul (22/05/22).

“Mohon izin, saya menyampaikan informasi bahwa berkaitan dengan foto spanduk hari jadi “aneh” yang beredar, itu murni kesalahan saya selaku penanggungjawab bagian Protokol Komunikasi Pimpinan dan Rumah Tangga Setda Kabupaten Gunungkidul,” tulis Arkham Mashudi, ke Redaksi.

Menyusul salah satu warga Kapanewon Karangmojo menganggap, klarifikasi tersebut menunjukan bahwa terjadi komukasi yang kurang baik antara pemimpin dengan bawahan termasuk komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

Ini memprihatinkan. Di zaman serba cepat dan canggih, tak lagi batas ruang dan waktu komunikasi di Gunungkidul justru banyak eror.

Klarifikasi bagian Protokol Komunikasi Pimpinan dan Rumah Tangga Setda Kabupaten Gunungkidul dinilai aneh. Pengamat menganggap lucu. Klarifikasi itu tidak relevan.

“Benarkah yang bikin konsep sepanduk tersebut tukang sablon,” tanya si pengamat.

Harapan dia setelah Penguasa Gunungkidul sadar dengan angka “1” di belakang angka “9” seharusnya tidak lagi kembali ke angka “1” di depan “9”, dalam arti merangkak dari awal berdirinya Gunungkidul tahun 1831.

Pemerintah harus lari ke angka “2,3, dan seterusnya hingga mencapai puncak angka “9”.

Masyarakat harus dibawa ke arah lebih maju, makmur sejahtera melebihi masa pemerintahan Bupati Badingah.

(red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.