WONOSARI-SENIN WAGE | Arkham Mashudi, Sekretaris Panitia Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-191 menyatakan silaturahmi dan ziarah kubur merupakan bagian tak terpisahkan dengan peringatan Harlah Kabupaten Gunungkidul 2022.
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi,” demikian dia mengutip sebuah hadist, 23-5-2022.
Acara anjangsana masih dalam rangkaian kegiatian hari jadi. Kalau di luar kegiatan hari jadi bisa saja ada silaturahmi antar pribadi.
Kalau dalam rangka hari jadi, anjangsana merupakan tradisi yang tetap dijaga, sebagai upaya untuk terus menjalin komunikasi yang baik antara Bupati / Wakil Bupati yang saat ini masih bertugas dengan Bupati / Wakil Bupati yang telah purna.
Dalam momentum ini Bupati petahana menyerahkan piagam kepada bupati terdahulu atas jasa jasanya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara dalam membangun Gunungkidul.
“Anjangsana dimaksudkan untuk menyampaikan berbagai perkembangan yang terjadi di Gunungkidul kepada bupati wakil bupati terdahulu, sekaligus untuk mendapatkan saran masukan agar Gunungkidul semakin maju dan sejahtera,” terang Arkham Mashudi.
Soal ziarah dimaksudkan untuk mendoakan arwah para Bupati / Wakil Bupati serta para pendahulu yang telah wafat, agar diberikan pahala atas semua jasa jasanya, diberikan ampunan atas semua kekhilafan serta diberi tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Ziarah itu menunjukkan bahwa para pemegang amanah kepemimpinan daerah saat ini serta segenap masyarakat selalu mengingat jasa para pendahulu, terus berusaha menggali sejarah perjuangan para leluhur dan menjadikannya pemacu semangat untuk bisa bangkit keluar dari kesulitan di era pandemi dan berkarya untuk Gunungkidul tercinta,” pungkasnya. (Bambang Wahyu)













