Survey Elektabilitas Bacaleg Jarang Dilakukan

112

WONOSARI, MINGGU KLIWON – Bakal calon anggota legeslatif (bacaleg) usai didafkarkan ke KPU dan KPUD. Sebentar lagi, mereka diumumkan dalam daftar calon sementara (DCS). Semua DCS yang jumlahnya ribuan, masing-masing butuh elektabilitas (tingkat keterpilihan) yang tinggi. Hanya melalui survey, elektabilitas bisa diketahui. Sementara survey secara personal jarang dilakukan.

Gandung Pardiman, bacaleg Partai Golkr DPR RI dari dapil DIY menyatakan, survey elektabilitas ditangani DPP. Ditanya soal survey perorangan atau perorangan, dia menjawab simpel.

“Suevey elektabilitas perorangan boleh dan bisa dilakukan, tetapi soal pembiayaan ditanggung secara swadaya,” ucapnya (29/07).

Slamet, S.Pd. MM, bacaleg DPRD Propinsi DIY, separtai dengan Gandung Pardiman sepaham, bahwa masing-masing bacaleg butuh tahu tingkat keterpilihan itu.

Cara yang ditempuh Slamet melalui berbagai jalan. Dia menggunakan jalur murah meriah.

“Setiap bertemu dengan sekelompok warga, saya menghitung, berapa yang menolak, berapa yang mendukung,” ujarnya ke awak media.

Umumnya, survey elektabitas perorangan jarang dilakukan dengan dalih tidak tersedia dana untuk keperluan tersebut. Ini alasan pertama.

Yang kedua, sedikit bacaleg yang secara teknis paham soal pelaksanaan survey elektbiitas individu.

“Caranya bagaimana, saya enggak paham hal-hal kayak gitu,” timpal bacaleg yang enggan disebut jati dirinya. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.