TAHUN 2019 KALENDER ORANG-ORANG SOMBONG

5897

INFOGUNUNGKIDUL, SELASA LEGI-Setelah pesta kembang api, Selasa dini hari 2019, cobalah menundukkan kepala sejenak, agar pemimpin bangsa dikaruniai kesadaran untuk tidak jumawa, memamerkan prestasi.

Yang mereka perbuat, sesungguhnya tidak, atau belum ada apa-apanya jika dikaitkan dengan amanat Preambul UUD 1945.

Pemimpin Nasional memamerkan 51,23 saham Freepot dikuasai Inalum, menunjukan dana desa 187 triliun ke 74.754 desa, menyebut 754 kilometer jalan tol Jakarta Surabaya.

Pembangunan itu disebut sebagai sejarah baru. Menurut Pemimpin Nasional, prestasi di atas tidak pernah dicapai oleh baik Presiden Pertama maupun Presiden ke Enam

Membanggakan dan menghitung prestasi, dari sisi moral adalah tidak lebih dari menyombongkan diri untuk meraih kekuasaan.

Pada Surat Al-Hadid Ayat 23, Allah SWT memberi peringatan cukup tegas.

“Agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula kamu terlalu bergembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Prestasi pembangunan ditonjolkan oleh Pemimpin Nasional hanya untuk keperluan sesaat ketika tahun kekuasaan bergulir.

Pusat kekuasaan ada di tangan Allah SWT. Oleh sebab itu metode meraihnya tidak ada jalan lain kecuali memohon kepadaNya dengan takzim dan rendah hati.

Pemimpin bangsa ini belum menyadari, bahwa gunung, jika Allah menghendaki bisa dihancurkan sehancur-hancurnya, dan manusia terheran-heran (Al-Waqiah 5 dan 65).

Diberi peringatan, landasan pacu pesawat terbang aspalnya hancur dan terbelah, rasanya belum cukup. Jalan tol dipamerkan. Bagi Allah, meluluhlantakan, tidak butuh hitungan detik.

Komponen bangsa yang meyakini bahwa Allah adalah raja segala raja, mari kita mohonkan ampun pemimpin bangsa yang sombong. Semoga menjadi arif dan berjalan di atas shirootol mustaqiim.

Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.