Talkshow Rumuskan Arah Pengembangan Pariwisata di Gunungkidul

1198

WONOSARI, SELASA KLIWON – Gunungkidul Journey (sebuah entitas media berbasis digital)

mengundang para stakeholder dan pemangku kepentingan pariwisata Gunungkidul untuk merumuskan konsep dan arah pengembangan pariwisata di masa depan. Acara yang dikemas melalui Talkshow dengan tema Masa Depan Pariwisata Gunungkidul: Industrialisasi atau Berbasis Masyarakat? itu bertempat di Bangsal Sewoko Projo, Selasa (02/10).

Yusuf Harfi, panitia acara talkshow mengungkapkan, acara ini diadakan sebagai penghasil pendapatan negara maupun daerah, sektor pariwisata tengah mengalami tren yang positif. Beriringan dengan kemajuan teknologi informasi khususnya internet dan media sosial mendorong munculnya destinasi-destinasi wisata baru di berbagai daerah di Indonesia.

“Lewat internet, kawasan yang mulanya tidak terekspos secara cepat dikenal oleh masyarakat sebagai tujuan wisata baru,” terangnya.

Kabupaten Gunungkidul, lanjut dia, salah satunya daerah yang mulanya lebih sering lekat dikenal dengan kawasan tandus dan gersang kini menjelma menjadi daerah tujuan wisata baru. Hal itu terbukti dengan meningkatnya pendapatan daerah dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2017, sektor pariwisata menyumbang pendapatan daerah Gunungkidul sebesar 38 milyar rupiah. Angka tersebut sangat berpotensi untuk terus ditingkatkan.

Di sisi lain, lanjut dia, arah pengembangan pariwisata di Kabupaten Gunung Kidul menghadapi tantangan yang besar.

“Muncullah pertanyaan apakah pariwisata Gunungkidul dikembangkan ke arah industri dengan membuka investor dari luar atau menumbuhkan pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism),” tanya Yusuf.

Dengan mengundang para stakeholder dan pelaku wisata di Gunungkidul, ia berharap akan muncul pandangan dan gagasan baru mengembangkan dan mempromosikan potensi pariwisata Gunungkidul di masa depan.

Di tempat yang sama, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos, mengamini sektor pariwisata Gunungkidul tengah mengalami tren positif. Menurutnya, arah pengembangan pariwisata Gunungkidul harus tetap menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Di sisi lain, tidak menutup bagi proses industrialisasi yang dapat membantu pengembangan sektor pariwisata Gunungkidul.

“Menurut saya, kalau ditanya mau industrialisasi atau berbasis masyarakat jawabannya tetap menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata tetapi juga dengan industrialisasi yang mengarah kepada profesionalisme pengelolaan,” tutup Badingah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, secara resmi meresmikan website Gunungkidul Journey sebagai platform baru yang fokus mewartakan pariwisata Gunungkidul.

Turut hadir 6 narasumber, Hj. Badingah, S.Sos (Bupati Gunungkidul), Ardito Bhinadi (Pengamat Ekonomi UPN Yogyakarta), CB Supriyanto (Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul), Ir. Asti Wijayanti (Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul), Mursidi (Ketua dan Pengelola Desa Wisata Nglanggeran), dan Nunung Elizabeth (Koordinator Komunitas GenPi Gunungkidul). (Joko)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.