TANAH TERBELAH, RUMAH BERJALAN

2506

PALU, SELASA KLIWON – Saksi Gempa 7,4 SR Palu dan Donggala, Heri Mulyadi seperti dituturkan Imran Fahrudin membuat banyak orang merenung. Berikut penuturan tersebut.

Sering saya rasakan gempa, tapi kali ini berbeda. Akibat gempa beberapa tanah Kelurahan. Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, bergeser ratusan meter. Beberapa rumah daerah perumnas tenggelam 5 meter. Muncul gundukan besar setinggi rumah.

Mohon maaf saya menulis, bukan berkeluh kesah, tapi jiwa menulis saya memaksa untuk itu. Setidaknya jika terjadi gempa susulan dan waktu saya telah tiba, biarlah ini jadi update terakhir tulisan saya.

Saya sulit percaya, ilmu alam saya tak sampai di tingkat ini. Fenomena alam langka bagi saya. Hujan deras, Minggu malam (30/09).

Gempa susulan mengakibatkan tanah di Kelurahan Petobo terbelah. Beberapa rumah tenggelam dan berjalan seperti terbawa banjir sejauh puluhan meter, pindah posisi.

Saya yakin setelah ini BPN kesulitan mematok tanah sesuai peta dalam sertifikat.

Gadis remaja sedang mengendarai motor di daerah Petobo, tiba-tiba tanah terbelah. Dia terperosok tertimbun sebatas leher, beruntung warga segera menolong.

Tanah terbelah sekitar 10 meter kedalaman sekitar 5 meter, setelah gempa susulan, tertimbun kembali rata.

Rumah paman saya di sekitar Islamic Center Kelurahan. Petobo hilang tak berbekas. Paman saya melihat rumahnya berjalan. Mengherankan, paman saya berada di dekat Terminal Petobo, berjarak hampir 1 kilometer. Dia dalam posisi tiarap.

Saya sering membaca artikel tentang gempa, namun keanehan ini di luar batas pikiran saya.

Hujan malam ini cukup deras disertai angin kencang. Semoga hari ini belum kiamat, bukan hari akhir bagi kami.

Jika ini adalah takdir, izinkan saya memohon maaf sebesar-besarnya, atas segala canda atau apa saja yang tidak berkenan di hati seluruh keluarga, dan sahabat.

 

Wassalam. Heri Mulyadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.