“Rebutan gula mulai dari sini,” ulas Slamet.
Sementara itu, berdasarkan pantuan media, Aris Sargiyono, yang sempat dituding oleh berbagai pihak melakukan pungutan liar, tersinggung dan marah.
“Selama tiga tahun merintis pengelolaan Pantai Buges, siapa yang peduli membangung fasilitas pengunjung,” tanya Aris dengan nada tinggi.
Lagi pula, lanjut Aris Sargiyono, pasukan bersih-bersih lingkungan itu siapa yang memberi insentif. Mereka menerima upah dari hasil kumpulan keikhlasan pengunjung yang nilainya hanya Rp 2.000,00 per orang.
“Jujur, saya merintis membangun fasilitas Pantai Buges memang bukan semuanya dari kantong pribadi. Sebagian hasil rejeki dari pengunjung, saya kembalikan untuk pengembangan,” kata dia.
BACA JUGA:
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…