“Rebutan gula mulai dari sini,” ulas Slamet.
Sementara itu, berdasarkan pantuan media, Aris Sargiyono, yang sempat dituding oleh berbagai pihak melakukan pungutan liar, tersinggung dan marah.
“Selama tiga tahun merintis pengelolaan Pantai Buges, siapa yang peduli membangung fasilitas pengunjung,” tanya Aris dengan nada tinggi.
Lagi pula, lanjut Aris Sargiyono, pasukan bersih-bersih lingkungan itu siapa yang memberi insentif. Mereka menerima upah dari hasil kumpulan keikhlasan pengunjung yang nilainya hanya Rp 2.000,00 per orang.
“Jujur, saya merintis membangun fasilitas Pantai Buges memang bukan semuanya dari kantong pribadi. Sebagian hasil rejeki dari pengunjung, saya kembalikan untuk pengembangan,” kata dia.
BACA JUGA:
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…