“Rebutan gula mulai dari sini,” ulas Slamet.
Sementara itu, berdasarkan pantuan media, Aris Sargiyono, yang sempat dituding oleh berbagai pihak melakukan pungutan liar, tersinggung dan marah.
“Selama tiga tahun merintis pengelolaan Pantai Buges, siapa yang peduli membangung fasilitas pengunjung,” tanya Aris dengan nada tinggi.
Lagi pula, lanjut Aris Sargiyono, pasukan bersih-bersih lingkungan itu siapa yang memberi insentif. Mereka menerima upah dari hasil kumpulan keikhlasan pengunjung yang nilainya hanya Rp 2.000,00 per orang.
“Jujur, saya merintis membangun fasilitas Pantai Buges memang bukan semuanya dari kantong pribadi. Sebagian hasil rejeki dari pengunjung, saya kembalikan untuk pengembangan,” kata dia.
BACA JUGA:
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…