Terpidana Mati Mary Jane Dipindahkan Ke Lapas Wanita Wonosari

2355

WONOSARI-RABU KLIWON | Mary Jane, warga Negara Filiphina narapidana mati dalam kasus narkoba Rabu, (10/03/2021) siang dipindahkan ke Lapas Wanita Kelas IIB Yogyakarta yang ada di Kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Bersama narapidana wanita lainnya akan menghuni gedung lapas wanita baru yang belum lama dibangun oleh Kemenkumham.

Kepala Divisi Lapas Kantor Kemenkumham Yogyakarta, Gusti Ayu mengatakan bahwa, hari ini pihaknya mulai menempati gedung baru Lapas kelas II B Yogyakarta di Wonosari. Relokasi tahanan dan narapidana wanita dilakukan dengan mulai beroperasinya gedung baru di Wonosari ini. Sebelumnya Lapas Wanita tersebut menumpang di Lapas Kelas II B Wirogunan.

Selain memindahkan Mary Jane, pihaknya juga memindahkan 87 warga binaan lainnya ditambah 1 bayi umur 2 bulan dari Lapas Kelas II B Wirogunan Yogyakarta.

“Jadi secara keseluruhan ada 88 orang warga binaan yang dipindah ditambah seorang balita berumur 2 bulan,” katanya Rabu, (10/03/2021) siang.

Menurut Gusti, dari 88 orang warga binaan tersebut, 6 orang di antaranya merupakan warga negara asing. Namun karena sudah lama berada di Lapas maka mereka sudah fasih berbahasa Indonesia dan sudah mudah bergaul dengan rekan rekannya sesama penghuni Lapas.

Untuk Mary Jane sendiri, meskipun terpidana mati yang tinggal menunggu eksekusi namun pihaknya tidak memberikan perlakuan khusus. Mary Jane tetap akan dicampur dengan warga binaan lain untuk bisa berbaur mengingat selama ini perilaku Mary Jane sudah cukup baik.

“Jadi tidak ada perlakuan khusus, sama seperti warga binaan lain,” tambahnya.

Selain 88 warga binaan, pihaknya masih memiliki tahanan titipan di Mapolda ataupun Mapolrestas. Nantinya mereka akan ditarik ke Lapas Kelas II B Yogyakarta yang berada di Wonosari. Hal tersebut mengingat daya tampung Lapas yang baru ini masih sangat cukup memadai.

Gusti menambahkan, Lapas yang baru ini memiliki kapasitas sebanyak 250 ruangan dengan beberapa ruang isolasi yang berada di Lantai 3. Selain itu, lapas ini juga dilengkapi fasilitas kebidanan, dokter gigi, dan beberapa fasilitas baru lainnya.

“Di sini rata rata didominasi kasus Narkoba, ada 55 persennya,” terangnya.

Kepala Lapas Perempuan II B Yogyakarta di Wonosari, Ade Agustina menambahkan, untuk gedung baru ini pihaknya memeiliki tenaga pengamanan sebanyak 71 orang. Kendati demikian, ia menandaskan semua fasilitas pengamanan sudah sesuai dengan standar yang ditentukan kemenkumham.

“Nanti kalau misalnya butuh penambahan maka akan kami ajukan permohonan,” kata Ade.

Di samping itu, lanjutnya, fasilitas sudah sesuai pedoman hunian pembinaan namun di Lapas ini akan lebih mengedepankan kemandirian agar nanti jika para napi keluar maka akan dapat lebih mandiri.  Jika mereka sebelumnya melakukan krimanal terkait ekonomi maka nanti diharapkan sudah tidak terulang lagi.

“Di dalam Lapas nanti akan ada pelatihan ketrampilan mulai dari bakery, konveksi pertanjan,  oerikanan,  salon, katering dan pihaknya akan bekerjasama dengan Pemda setempat agar lapas perempuan Yogyakarta lebih maju lagi,” ucapnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.