Tiga Potensi Cuaca di Indonesia Menjelang Tahun 2019

1141

JAKARTA, SABTU PON-Deputi Bidang Meteorologi Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc, mengingatkan, mulai 28 Desember hingg 31 Desember 2018, di Indonesia berpotensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi.

Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, aliran massa udara dingin dari Asia masih mendominasi wilayah Indonesia. Pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Filipina dan Laut Cina Selatan menyebabkan massa udara dingin dari Asia terkonsentrasi di wilayah utara. Sementara itu, dominasi pola udara tekanan rendah di sekitar wilayah Australia cukup signifikan dan menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan. Kondisi tersebut diprakirakan akan meningkatkan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode menjelang akhir tahun, 28-31 Desember 2018.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat antara lain: Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepuluan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Darah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Maluku bagian selatan.

Demikian kata R. Mulyono R. Prabowo, di Jakarta, dalam pers relase, (27/12).

“Potensi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 km/jam diprakirakan juga terjadi,” kata R. Mulyono R. Prabowo.

Adapun wilayah yang berpotensi terjadi angin kencang, lanjut R. Mulyono R. Prabowo, antara lain: Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa,Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku bagian selatan, dan Papua Barat.

Sementara potensi gelombang tinggi 2.5 – 4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Bali hingga NTB, Kepulauan. Anambas, Selatan Kepulauan Natuna, Laut Jawa, Perairan Utara Kepulauam Kangean, Kepulauan Sangihe – Talaud, Perairan Manado, Bitung, Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur, Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Halmahera, dan Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat

“Potensi gelombang tinggi lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Perairan Utara Kepulauan Nias, serta, Laut Natuna Utara,” imbuh R. Mulyono R. Prabowo.

BMKG menghimbau agar masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.