KRT Marto Sugiharjo, SH, S.Pd mengungkapkan, semua pusaka menggambarkan simbol kepemimpinan di Kabupaten Gunungkidul.
Tombak pusaka yang memiliki dapur baru cekel, warangka kayu sanakeling melambangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tetap memiliki tekad utama untuk mencapai cita-cita luhur yang berakar kuat dan selalu berpihak kepada rakyat.
Para pemimpin dan rakyatnya memiliki sikap salurung, searah setujuan, dalam koridor demokrasi yang berarti berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, yang sadar haknya, namun juga menghormati hak orang lain dan tahu pasti kewajibannya.
Kemudian Kyai Panjolo Panjul, yang ujungnya tumpul merupakan gambaran untuk melindungi masyarakat Gunungkidul. Terakhir Songsong Agung Kanjeng Kyai Robyong.
” Merupakan gambaran atau simbol supaya masyarakat Gunungkidul diayomi, dipayungi,” pungkasnya.(jkn)






