Tokoh Gunungkidul Adu Paparan Soal Manajemen Air Hujan

460

WONOSARI – Senin Pon | Kosep memanen air mengemuka saat hujan merata pada Jum’at Kliwon 6 Desember 2019. Dua tokoh Gunungkidul terlibat diskusi hangat.

Slamet, S.Pd. MM serta Eddy Praptono Whasid dan beberapa netizen berbincang serius dalam diskusi di facebook (7/12/19).

 

AIR MATA WARGA GEDANGSARI MULAI TERHAPUS

 

Slamet Harjo, nama beken mantan anggota DPRD DIY itu mengingatkan kepada semua pihak, bahwa ada cara praktis memanen air yaitu melalui pembuatan Penampungan Air Hujan (PAH) berkapasitas 81 meter kubik untuk setiap KK yang terdiri atas ayah, ibu dan anak.

“Tidak cukup dengan PAH berdaya tampung 2.000 hingga 4.000 liter seperti pengalaman saat ini,” ujar Slamet.

Dalam sudut pandang yang sama, (sama-sama ingin menggalakkan pembuatan PAH) Eddy Praptono Whasid menambah konsep berupa pembuatan sumur resapan.

Menyitir paparan Dr. Agus Maryono M. Eng. dosen fakultas teknik UGM, Eddy Praptono berharap pemerintah siap menggalakkan pembuatan sumur resapan di seluruh kecamatan di Gunungkidul.

“Membangun embung, menurut saya membutuhkan modal terlalu banyak,” kata dia.

Pengamat dinamika pemikiran untuk Gunungkidul, Joko Priyatmo (Jepe) ketika diminta tanggapannya mengatakan, kedua tokoh, yakni Slamet Harjo dan Eddy Praptono, sedang berfikir di level wacana.

“Eksekutornya Pemkab Gunungkidul, kita tunggu saja seperti apa langkahnya,” ujar Jepe. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.