Tokoh Gunungkidul: Paskibraka Terkontaminasi Covid-19 Tidak Bisa Dianalisis

438

WONOSARI-RABU PON | Berdasarkan data yang dibeberkan Disdikpora Gunungkidul Pasukan Paskibraka dikarantina selama dua minggu. Mereka diberi makan tiga kali sehari, minum vitamin memadai, istirahat cukup. Logikanya Pasukan Paskibraka imunitasnya lebih.

Peristiwa tersebut menyisakan teka teki. Empat personil pusing pusing justru pada saat beramah tamah dengan Bupati Sunaryanta di SMK usai melakukan penurunan bendera.

Dari mana atau di mana mereka tertular, diminta analisisnya sejumlah tokoh Gunungkidul, terutama kalangan anggota DPRD sedikit enggan bersuara.

“Diluar kemampuan saya untuk analisa ini. Saya hanya melihat bahwa mereka akan tampil serius di hari H, fokus di situ. Selesai bertugas mungkin lelah sehingga imunitas menurun,” ujar Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, 25-8-2021.

Sementara itu Eko Rustanto anggota DPRD yang tergabung dalam Fraksi Gerindra menyarankan, penularan covid tidak bisa dianalisa, tetapi bisadi telusuri oleh pihak medis dari mana asal muasal mereka ketularan. Kalau dianalisa bisa menimbulkan persepsi yang berbeda dan bisa salah.

“Mereka, sebelum karantina pasti kontak dengan orang lain, itu yang perlu ditelusuri oleh petugas medis,” tegas Eko Rustanto. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.