Dua Kelompok Tani Siap Menjadi Pusat Holtikultura

262

WONOSARI-RABU PON | Kepala Dinas Pertanian Pangan Kabupaten Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto beserta jajaran memonitor pelaksanaan pembangunan irigasi air tanah di Kelompok Tani Sido Mulyo dusun Jambe, Duwet dan Karya Tani II, Wareng Kapanewon Wonosari. Dalam pemantauan tersebut dia mengapresiasi karena kedua kelompok tani siap menjadi pusat holtikultura.

Kedua Kelompok Tani tersebut menurut Bambang Wisnu Broto, tahun 2021 memperoleh bantuan pemerintah berupa pembangunan irigasi air tanah melalui dana DAK (dana alokasi khusus) yang dilaksanakan secara swakelola.

Ketua Kelompok Tani Sido Mulya Jambe Giyanto dalam laporannya menyatakan dana tahap pertama telah diterima dan digunakan untuk pengeboran sumur.

“Air keluar dengan debit cukup besar cukup untuk kebutuhan budidaya tanaman hortikultura,” ujar Giyanto, di depan rombongan Kadinas DPP, 24-8-2021.

Pengeboran yang dilakukan di 2 titik itu sudah lama ditunggu para petani dusun Jambe untuk mengembangkan tanaman hortikultura baik cabe, sayuran maupun bawang merah.

“Bantuan yang kami terima selain untuk pengeboran air, juga untuk pembuatan rumah panel, pembuatan bak penampung, dan jaringan distribusi (pipa)” jelas Giyanto.

Mewakili petani, Giyanto juga telah menerima satu unit kultivator.

“Mesin ini sangat membantu pengembangan hortikultura sehingga Kalurahan Duwet khususnya Jambe dapat menjadi salah satu sentra hortikultura di Gunungkidul,” tambahnya.

Pemantauan kedua dilakukan di Poktan Karya Tani 2 Wareng. Dua sumur bor telah selesai digali, ujar Timbul selaku Ketua Kelompok, bahkan secara swadaya petani menambah satu titik.

Ir.Bambang Wisnu Broto dalam arahannya meminta, selain mengapresiasi petani juga meminta agar bantuan sumur bor dirawat dengan baik, untuk kesejahteraan petani setempat.

Sementara itu Kasi produksi hortikultura Sugiyanto, SP menjelaskan, saat ini di Gunungkidul marak budidaya hortikultura khususnya bawang merah karena harga berpihak pada petani.

Menurutnya mulai dari daerah pantai Tanjungsari, Tepus dan Panggang, hingga Purwosari berkembang pertanaman hortikultura.

“Luas tanam bawang merah sampai bulan Agustus mencapai 41 Ha,” terangnya. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.