Tugas Marto Taruno sebatas memfasilitasi permintaan sejumlah ibu-ibu yang menginginkan agar permohonan terkabul kepada eyang Tunungsari dan Trunodrono.
Sementara penutup doa untuk acara kenduri rasulan yang upacaranya diwujudkan dalam bentuk membagi-bagi nasi dan lauk pauk diserahkan kepada pemuka agama Islam.
Seorang ustad, sebelum memimpin doa, menjabarkan pengertian sedekah menurut ajaran Islam. Terakhir, sang ustad membaca kalimat toyibah.
Jumawan, Kepala Desa Katongan, melalui Kasi Kesra menyatakan, tradisi demikian itu merupakan peninggalan leluhur. Demi kerukunan hal tersebut, menurut Jumawan patut dilestarikan.
Bambang Wahyu Widayadi
Page: 1 2
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…