BUDAYA

Tradisi Nyadran Ditafsirkan Berbeda Menyatu di Bawah Pohon Besar

Tugas Marto Taruno sebatas memfasilitasi permintaan  sejumlah ibu-ibu yang menginginkan agar permohonan terkabul kepada eyang Tunungsari dan Trunodrono.

Sementara penutup doa untuk acara kenduri  rasulan yang upacaranya diwujudkan dalam bentuk membagi-bagi nasi dan lauk pauk diserahkan kepada pemuka agama Islam.

Seorang ustad, sebelum memimpin doa, menjabarkan pengertian sedekah menurut ajaran Islam. Terakhir, sang ustad membaca kalimat toyibah.

Jumawan, Kepala Desa Katongan, melalui Kasi Kesra menyatakan, tradisi  demikian itu merupakan peninggalan leluhur. Demi kerukunan hal tersebut, menurut Jumawan patut dilestarikan.

Bambang Wahyu Widayadi

Page: 1 2

infogunungkidul

Recent Posts

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

2 minggu ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

2 minggu ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

3 minggu ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

3 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

3 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

3 minggu ago