BUDAYA

Tradisi Nyadran Ditafsirkan Berbeda Menyatu di Bawah Pohon Besar

Tugas Marto Taruno sebatas memfasilitasi permintaan  sejumlah ibu-ibu yang menginginkan agar permohonan terkabul kepada eyang Tunungsari dan Trunodrono.

Sementara penutup doa untuk acara kenduri  rasulan yang upacaranya diwujudkan dalam bentuk membagi-bagi nasi dan lauk pauk diserahkan kepada pemuka agama Islam.

Seorang ustad, sebelum memimpin doa, menjabarkan pengertian sedekah menurut ajaran Islam. Terakhir, sang ustad membaca kalimat toyibah.

Jumawan, Kepala Desa Katongan, melalui Kasi Kesra menyatakan, tradisi  demikian itu merupakan peninggalan leluhur. Demi kerukunan hal tersebut, menurut Jumawan patut dilestarikan.

Bambang Wahyu Widayadi

Page: 1 2

infogunungkidul

Recent Posts

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

1 bulan ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 bulan ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

1 bulan ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

1 bulan ago

Adu Banteng CBR Vs Supra, Satu Korban Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…

2 bulan ago

Cuaca Yogya Hari Ini, Hujan Disertai Petir

YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…

2 bulan ago