IHWAL penyebaran covid-19, Jakarta bilang turun tetapi di daerah bahkan bertambah.
Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro berbasis RT ditetapkan 2-2-2021, setelah Minggu 31-1-2021 Presiden Jokowi melakukan evaluasi.
Berikutnya PPKM mikro berbasis RT diperpanjang dari 23-2-2021 sampai 8-3-2021.
Tanggal 3-3-2021 Jokowi mengumumkan bahwa trend penularan covid-19 menurun, seiring diterapkannya PPKM berbasis mikro.
Presiden menyebutkan bahwa Januari 2021 tiap hari pernah mencapai angka 14.000 hingga15.000 kasus positif.
Pada pekan terakhir, misalnya pada 22 Februari 2021 angkanya berada di posisi 10.180 kasus dan 3 Maret 2021 hanya 6.808 kasus.
Presiden Jokowi begitu yakin PPKM berbasis mikro efektif.
Eloknya, di salah satu RT Padukuhan Nglebak Desa Katongan Kapanewon Nglipar Gunungkidul tiga orang tertular.
Satu meninggal dimakamkan oleh satgas satu dirawat di rumah sakit dan yang satu dinyatakan sebagai penderita kategori orang tanpa gejala.
Patut diduga, PPKM mikro berbasis RT tidak nyambung dengan laporan yang masuk ke meja Presiden.
Tidak menutup kemungkinan bahwa Presiden bakal kecewa untuk yang kedua kalinya.
Penanganan selama 11 bulan mulai Maret 2020 hingga Januari 2021 covid-19 galaknya sulit dikendalikan. Tiba-tiba hanya dalam hitungan hari mulai 2-2-2021 hingga 3-3-2021 anjloknya begitu tajam.
Ini da apa? Apa laporan daerah sengaja disumbat alias diperkecil angkanya hanya untuk menyenangkan hati Presiden Jokowi?
Apa Presiden Jokowi sedang berusaha menyenangkan rakyatnya, meski makhluk yang satu itu terus bertamu dari pintu ke pintu.
Menaklukkan Covid-19 tidak semudah membalikkan telapak tangan. Manusia tidak punya kekuatan apa-apa, kecuali meminta dan diberi. (Bambang Wahyu Widayadi)













