Untuk Perubahan Gunungkidul Dengan Tulisan, Akankah Terwujud

1202

WONOSARI, Senin Wage – Forum Penulis Negeri Batu (FPNB) Gunungkidul, telah didirikan dan diresmikan pada tahun 2015 yang lalu, oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, kembali menelurkan karya dalam bentuk buku antologi FPNB berjudul “Bukan Perempuan”.

Sebagai tanda peluncuran buku ini, FPNB menggelar Sastra Bukit Berbintang (SBB), di Pasar Argo Wijil, Desa Gari, Wonosari pada Sabtu malam (5/8), dengan narasumber Darmanto Andreas, sastrawan sekaligus juragan Rumah Seni Dunia Tera Magelang.

SBB kali ini agak berbeda dengan SBB yang telah digelar sebelum-sebelumnya, karena selain para seniman kota, seniman-seniman lain juga turut hadir memeriahkan acara ini. Ada Sanggar Seni R&B dengan seni tarinya, Kang Acep Yoni-pendongeng terkenal, Sugeng AK dengan musik puisinya, dan juga Guntur S-perupa Gunungkidul.

FPNB merupakan sebuah forum yang mewadahi para penulis dan calon penulis dari berbagai daerah di Gunungkidul. Masyarakat yang tergabung dalam forum ini memiliki latar belakang sosial dan usia yang beragam, mulai dari siswa sekolah, mahasiswa, guru, dosen, masyarakat umum, hingga penulis-penulis senior yang telah menelurkan karya jauh-jauh hari sebelum FPNB berdiri.

Sebut saja Esty Nuryani Khasam (sastrawan dan dosen), Umi Azzura (sastrawan), M. Hariwijaya (sastrawan dan owner penerbit Elmatera), Aishworo Ang (sastrawan dan guru yang bukunya “Mars” telah diadaptasi menjadi film) dan masih banyak lagi penulis-penulis senior lainnya yang tergabung dalam FPNB. Selain sebagai senior, mereka semua juga menjadi teman diskusi, tempat bertukar pendapat, berbagi ilmu, serta pematik semangat masyarakat yang tergabung dalam FPNB.

Terlepas dari harapan, tujuan dan cita-cita masing-masing penulis yang tergabung dalam FPNB, forum ini tentunya memiliki satu tujuan dan cita-cita bersama yang besar, terutama menyangkut kemajuan dan kebaikan Negeri Batu tercinta, Gunungkidul.

Mungkin masih banyak yang belum tahu dan saya yakin, lebih banyak lagi yang hanya memandang sebelah mata forum ini, dan bahkan mencibir: apa gunanya kata-kata? Apa gunanya tulisan?

Banyak! Dengan kata-kata, dengan tulisan, kita bisa merubah dunia. Karena apa yang tertulis akan tetap hidup hingga ribuan, ratusan tahun sekalipun, walau penulisnya nanti telah tiada.

Salam tinta dan kertas!

 

Penulis: Devi Ermha




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.