Utusan Pemkab Gagal Serahkan SK Pemberhentian Kades Dadapayu

101

YOGYAKARTA, Rabu Wage – Jelang tengah malam sekitar pukul 22.30. WIB rumah Rukamto di Yogyakarta didatangi dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka bermaksud menyerahkan Surat Keputusan Pemberhentian Tetap Rukamto dari jabatan Kades Dadapayu, namun gagal.

Kedua PNS tersebut belakangan diketahui adalah  Kepala Seksi (Kasi) Bina Administrasi Perangkat Desa Kriswantoro, S.STP, MM dengan Agus dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul.

Di luar jam kerja, kedua tamu terhormat tersebut secara resmi menyatakan menjalankan tugas kedinasan untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Gunungkidul terkait pemberhentian tetap Rukamto sebagai Kepala Desa (Kades) Dadapayu Kecamatan Semanu.

Kriswantoro beserta Agus bertamu pada  waktu yang tidak tepat. Hal ini menurut Rukamto dan keluarga membuat suasana tidak nyaman. Malamhari adalah waktu untuk istirahat setelah seharian aktifitas, terlebih Rukamto juga baru saja pulang dari Jakarta. Namun demikian kehadiran tamu tersebut tetap ditanggapi sebagaimana mestinya.

Rukamto hanya heran, apa yang menjadi dasar Pemda Gunungkidul, dalam hal ini DP3AKBPMD mengutus pegawainya diluar jam kerja, sementara jam 21.00 wib bukanlah waktu yang tepat untuk bertamu, apalagi menjalankan tugas kedinasan.

“Saya belum bisa menerima SK tersebut. Alasan saya itu diluar jam kerja. apakah SOP Pemda Gunungkidul seperti ini?,” ungkap Rukamto.

Menurut Rukam, jika SK itu dipandang perlu oleh Pemerintah Daerah, untuk disampaikan kepada dirinya, kenapa SK tersebut tidak disampaikan sebelum pelantikan Pj. Justru penugasan pencarian dirinya dilakukan setelah jabatan yang dulu dia emban sudah tergantikan dengan Pj terlantik pengantinya.

“jika saya sudah diganti kenapa saya masih sibuk diacari, seharusnya segala urusan yang menyangkut pergantian saya kan saudah selesai,” tegasnya

Lebih lanjut dia menambahkan, semestinya DP3AKBPMD menjaga kewibawaan pemerintah, melalui surat  resmi,  memanggil dirinya untuk hadir di Pemda.

“Melayangkan undangan jauh lebih terhormat dan profesional,” punkasnya

Sementara itu Agus ketika dikonfirmasi melalui telepon menyampaikan, benar bahwa dirinya bertandang ke rumah Rukamto malam itu, namun dia mengaku mendampingi Kriswantoro. Beberapa pertanyaan awak media tidak dijawab, buru-buru telepon diberikan Kriswantoro.

Sedang Kriswantoro menjelaskan, kedatangannya diutus Kepala Dinas DP3AKBPMD. Kris juga menyampaikan segala prosedur terkait pemberhentian tetap Rukamto sudah benar.

“Kita datang malam karena  untuk bertemu Pak Rukam sesuai jam kerja susah,” ungkapnya.

Kriswantoro malam itu berhasil menemui Rukamto namun masih gagal untuk menyerahkan SK. Untuk selanjutnya pihak DP3AKBPMD akan mencoba memenuhi permintaan Rukamto dengan melakukan pemanggilan melalui undangan sambil menentukan waktu yang tepat. Masalahnya, dalam waktu dekat Rukamto bolak balik Jogja Jakarta untuk mengurus bisnis rumah makan.

 

Reporter: Agus. SW




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.