Wakil Bupati Gunungkidul: Mudik 2020 Itu Jihad Melawan Kangen

377

WONOSARI – JUM’AT LEGI | Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Drs. Immawan Wahyudi, MH, menyatakan, tradisi mudik Lebaran 1441 Hijriyah berbarengan dengan tahun 2020 merupakan perang atau jihat melawan kangen.

Menurutnya, yang di rantau rindu kampung halaman, yang di desa kangen terhadap kerabat yang di negeri orang.

“Saya paham betul rasa seperti itu,” ujar Wakil Bupati Gunungkidul Immawan di ruang kerjanya, (9/4/20).

Tetapi menurutnya, tahun 2020, bukan waktu yang tepat untuk melepas rindu dan kangen. Himbauan Sri Sultan HB X, bukan lagi sebatas ajakan.

INFO HARI INI-BANTUAN MENDESAK DISALURKAN

“Itu perintah Gubernur yang perlu dilaksanakan seluruh elemen masyarakat, menahan keinginan tidak mudik untuk sementara waktu,” kata Immawan.

Mudik 2020, bahayanya lebih besar, dibanding manfaatnya. Wakil Bupati Gunungkidul oleh sebab itu meminta maaf kepada masyarakat.

“Kami Pemkab Gunungkidul tidak bisa berbuat lain kecuali mengajak IKG juga Korwilnya, IKARAGIL, para tokoh dan sesepuh untuk taat pada perintah Gubernur. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tegas Immawan.

Menyinggung cadangan pangan di bulan Ramadhan, orang nomor dua di Bumi Handayani itu menyatakan aman. Gunungkidul menurutnya adalah bagian dari lumbung pangan DIY.

“Sampai saat ini, Gunungkidul 30% pensuplai pangan DIY. Tetapi untuk menggratiskan pagan kepada seluruh warga jelas tidak mungkin,” pungkasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)

INFO HARI INI-AKSI SEORANG ANGGOTA POLISI PATUT DICONTOH




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.