Menurut Agus, sampah unorganik seperti plastik, botol bekas, pecahan kaca serta logam yang tidak akan terurai dalam tanah, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemeritah, tetapi juga masyarakat.
Untuk keperluan mengurangi pencemaran tanah itulah warga Gunungkidul memperoleh fasilitas motor berbentuk gerobak sampah.
Pemerintah, menurut anggota DPR-RI asal Sleman dari PKB ini bertekad mengurangi sampah organik 30% per tahun.
Dalam sosialisasi peran dan fungi Bank Sampah di Gedung DPRD Gunungkidul itu dia sependapat dengan Kadinas Lngkungan Hidup DIY.
BACA JUGA:
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…