Menurut Agus, sampah unorganik seperti plastik, botol bekas, pecahan kaca serta logam yang tidak akan terurai dalam tanah, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemeritah, tetapi juga masyarakat.
Untuk keperluan mengurangi pencemaran tanah itulah warga Gunungkidul memperoleh fasilitas motor berbentuk gerobak sampah.
Pemerintah, menurut anggota DPR-RI asal Sleman dari PKB ini bertekad mengurangi sampah organik 30% per tahun.
Dalam sosialisasi peran dan fungi Bank Sampah di Gedung DPRD Gunungkidul itu dia sependapat dengan Kadinas Lngkungan Hidup DIY.
BACA JUGA:
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…