KARANGMOJO – SELASA KLIWON | Bukit Wonosumilir di kompleks obyek wisata Goa Pindul kini menggeliat menjadi destinasi baru di Kabupaten Gunungkidul. Meski baru 2 minggu dibuka rata-rata pengunjung mencapai 700 orang perhari.
Sebelumnya Bukit Wonosumilir diketahui merupakan bukit gersang dengan tanaman kayu milik Kementerian Kehutanan.
Warga Padukuhan Gelaran 1, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo kini menyulapnya menjadi destinasi wisata dengan memanfaatkan bukit di atas Padukuhan Bonjing tersebut. Semilir angin yang menemani pengunjung menunggu matahari terbit diiringi alunan kicauan burung serta kabut yang menyelimuti di pagi hari ataupun sore hari.
Ketika pengunjung datang dimalam hari, kerlip bintang di langit serta temaramnya lampu penduduk setempat yang terlihat dari kejauhan menambah keindahan bukit.
Untuk menuju lokasi pengunjung dapat menikmati hamparan sawah yang luas dan menyebrangi Sungai Oya melewati jembatan gantung menjadi tantangan tersendiri.
Dengan wisata baru, segumpal tekad para muda-mudi sebagai upaya memaksimalkan potensi, berharap bukit Mbonjing Wonosumilir mampu mengangkat nama serta destinasi wisata wilayah tersebut.
Wonosumilir tumbuh menjadi destinasi baru atas inisiator Hartoyo (54) pria kelahiran Gunungkidul 16 September 1966, seorang guru Sekolah Dasar (SD) Gelaran III Kalurahan Bejiharjo Kepanewonan Karangmojo Gunungkidul.
Bapak tiga anak ini menuturkan, bahwa masa pandemi Covid19 telah merubah segalanya. Kesibukannya mengajar murid kelas 3 berkurang lantaran kebijakan belajar di rumah (daring).
Hartoyo mengisahkan, sebelumnya ia ikut menjadi anggota operator Goa Pindul, namun dengan adanya pandemi Corona/Covid-19, hal itu tak lagi bisa dilakukan.
“Saya jadi sering ikut istri ke ladang. Menanam apa saja yang bisa ditanam,” ujar Hartoyo, Selasa (31/08/2020).













