SEMIN – Minggu Wage | Nur Sutanto, Kepala SMP Negeri 1 Semin, Gunungkidul, didampingi Wakil, guru BP dan Ketua Komite Sekolah meluruskan pemberitaan pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS). Dia menilai, ada materi berita yang perlu dijelaskan. Pemberitaan pembelian LKS berpangkal dari salah penafsiran.
“Benar, sekolah memang menawarkan LKS, tetapi bahwa Pak Dedy (salah satu wali murid: red) berpendapat bahwa setiap siswa harus membeli, itu tidak benar. Membeli atau tidak, itu tergantung siswa,” ujar Nur Sutanto, (18/05).
Bahkan, lanjut Kepala Sekolah, kalau orang tua murid tidak diajak musyawarah, itu keliru. Setiap awal tahun, sekolah bersama Komite mengundang orang tua guna minta pendapat dan persetujuan program, termasuk di dalamnya pengadaan LKS.
“Awal tahun pelajaran 2019, saat kami mengundang orang tua, kebetulan Pak Dedy tidak hadir,” tegasnya.
Satu hal lagi yang perlu diluruskan, demikian Supadmi, guru BP ikut menambahkan, Pak Dedy bukan orang tua Tri Wahyuni Setyaningsih. Pak Jumeno, ketika anaknya Setyaningsih disebut dalam pemberitaan justru kaget.
Sementara itu wali murid atas nama Dedy mengirim pesan ke Slamet, S.Pd. MM, menanggapi pemberitaan ihwal penggunaan LKS.













