Wakil Ketua DPRD DIY: Gunungkidul Marak Kasus Kekerasan Perempuan, Pemda Minim Anggaran

1419

PLAYEN, Minggu Pon – Kasus pelecehan seksual banyak menimpa perempuan di Kabupaten Gunungkidul. Berbagai kalangan menengarai sebagai pertanda dekadensi moral. Baru-baru ini, seorang ayah, diduga menghamili anak kandung, terjadi di Playen.

Baca:

Bejat! Diduga Ayah Gagahi Anak Kandung Hingga Hamil 4 Bulan

Wakil Ketua DPRD DIY Rani Widiyati berpendapat, maraknya kekerasan seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan lantaran sosialisasi dan pencegahan yang dilakukan pemerintah belum maksimal.

Menurut Rani untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan, setiap puskesmas kecamatan harus ada Psikolog yang ditugasi melakukan pendampingan.

“Semua kembali ke anggaran. Gunungkidul cuma punya 1 orang psikolog,”ujarnya pada seminar kaukus parlemen perempuan di GK Steak coffee dan Resto kawasan Bundaran Siyono Logandeng Kecamatan Playen, Sabtu (16/02).

Baca juga:

Nelayan Dan Kapal Pada Wilayah Padat Pelayaran, Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

Walau tak menyebut secara rinci, Rani mengakui bahwa korban kekerasan seksual maupun KDRT Kabupaten Gunungkidul termasuk terbanyak dibandingkan dengan Kabupaten lain di wilayah Provinsi DIY.

“Peran Pemda dalam upaya pencegahan kurang maksimal,” tegasnya.

Rani mendorong supaya DPRD II dan Pemda menambah anggaran untuk menanggulangi kekerasan seksual maupun kekerasan lain dengan korban perempuan.

“Kami di DIY, berencana bekerjasama dengan Rekso Utami, sebuah rumah singgah yang menampung perempuan korban KDRT dan kekerasan seksual,” tandasnya.

Penulis: Fajar Risdiyanta
Foto     : Seminar Kaukus Parlemen-(Fajar Risdiyanta/infogk)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.