WONOSARI, Kamis Pon – Kabupaten Gunungkidul selalu direpotkan oleh pemenuhan kebutuhan air bersih. Konsep memanen air hujan dipraktekan cukup lama. Salah satu solusi ditemukan dengan memperbanyak pembangunan embung.
BACA JUGA: Nglanggeran Mencuri Perhatiaan Tim Penilai Lomba Desa 2019
Tiga konsep penting dalam memanen air hujan melalui catchment (daerah tangkapan), delivery system (sistem penyaluran ke penampungan), dan storage reservoir (tempat penampungan atau penyimpanan).
“Embung merupakan salah satu bentuk tempat penampungan atau penyimpanan air hujan,” ujar Eddy Praptono Kepala Dinas PUPR,” yang diunggah pada laman resmi DPUPR pekan lalu.
Menurutnya, pembangunan embung di beberapa lokasi di Kabupaten Gunungkidul dinilai mampu menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
Direncanakan tahun 2019 akan ditambah satu embung baru, dibangun di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar.
Perencanaan embung Kedungpoh, kata Eddy Praptono dimulai 2018 lalu. Penyusunan DED yang dibiayai melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) APBD DIY sudah dilakukan pembahasan, melibatkan perwakilan dari berbagai lembaga, baik instansi vertikal, perangkat daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Gunungkidul, kecamatan dan Pemerintah Desa Kedungpoh serta perwakilan masyarakat.













