Dia berharap, jika tidak ada faktor x, dirinya bisa menjadi mitra Bulog sebagai pemasok.
Slamet berpendapat, asal Bulog berasnya tidak seperti jatah raskin, harus baru dan enak.
VIDEO TERKAIT :
“Kalau berasnya seperti raskin terancam gak pada dimasak, paling malah jual lagi,” kata Slamet.
Lebih detail, mantan anggota dewan yang saat ini menekuni bisnis percetakan ini menyatakan, masuknya Bolog ke ranah BPNT merupakan satu bukti, bahwa selama ini Bolog keahliannya hanya berjualan proyek APBN.
“Bulog gak bisa cari pasar bebas, tidak berani bertarung secara gentleman,” tandasnya.
Kabar terakhir, Bulog akan menjadi Manager Supplier, yang memiliki kekuasaan mengatur pedagang lain di ranah BPNT. Monopoli, dalam hal ini susah ditanggulangi. (Bambang Wahyu Widayadi)













