PATUK-KAMIS PAHING | Di tengah merebaknya virus corona atau Covid-19, penjualan ayam pejantan maupun pedaging turun dratis. Akibatnya tak sedikit peternak di Kabupaten Gunungkidul mengeluhkan anjloknya harga bahkan terancam gulung tikar, Kamis (16/04)
Hal ini dikatakan Suramto salah satu peternak ayam pejantan di Desa patuk Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya beberapa peternak ayam mengalami kerugian. Selain itu sulitnya penjualan ayam tersebut menjadi prolbem tersendiri.
“Kondisi yang tidak menggembirakan ini sudah di depan mata. Sulitnya dalam penjualan yang biasanya sudah waktunya panen bakul pada ambil, untuk saat ini bakul hanya mengambil ayam sedikit dan sisanya mesti peternak sendiri yang harus menjual,” ungkapnya, Kamis (16/04).
INFO HARI INI-LAYAK DILIRIK! PELUANG BISNIS DI TENGAH PAMDEMI
Ditambah lagi, menurut Suramto, ratusan ekor ayam yang tertahan di kandang lantaran belum habis terjual menjadi beban tersendiri.
“Mau tak mau kita harus memberinya pakan tiap hari, dari situlah peternak sudah mulai merugi,” jelasnya.
Peternak saat ini, Suramto menuturkan, menghadapi dilema yang sulit, dijual harganya murah tidak dijual beban pakan semakin keberatan.
“Tidak ada pilihan yang mengutungkan, semua pilihan tetap aja merugi,” keluhnya. (Gandung)






