WONOSARI, SELASA PAHING-Klarifikasi Bupati Gunungkidul, di Gedung DPRD, Senin (12/11) tetang jawaban bupati terkait usulan APBD 2019 masih mengambang. Anggota Dewan minta klarifikasi kembali lebih detail sebelum diadakan paripurna.
Eko Rustanto, anggota DPRD Fraksi Demokrat menegaskan, harus ada klarifikasi lagi, karena klarifikasi masih dalam bentuk global belum 100% terinci, dan masih banyak jawaban pemerintah yang masih ngambang.
“contohnya, masih akan menghitung, tergantung dari kemampuan keuangan daerah, itu khan belum pasti,” jelasnya, usai rapat klarifikasi.
“Kalau dilihat laporannya, TA 2019 sekitar 1,7 T lebih, dan masih ada beberapa tambahan, itu harus dihitung dulu, nanti akan terlihat, PAD pendapatnya berapa, belanjanya daerah berapa?,” tambahnya.
Diakuinya ada penurunan DAU, namun disisi lain ada kenaikan Dana Insentif Daerah (DID) dari 9 M menjadi 50 M, DAK ada tambahan 1,29 M.
Sehingga jika semua sudah ditotal, Eko melanjutkan, usulan-usulan dari fraksi yang secara resmi kemarin diajukan bisa diketahui, yang terakomodir dan tidaknya.
“Nanti akan ada kerangka finalisasi kesepakatan antara Bupati dan DPRD Gunungkidul sebelum di paripurnakan,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Purwanto Politisi Gerindra, dirinya menyoroti ada beberapa program yang belum jelasnya nilai nominal yang diberikan dari Pemerintah Daerah.
Selain itu pemberian honor pada GTT dan PTT sebesar RP 600 ribu kepada 176 orang untuk SD dan 58 orang untuk SMP, jangan sampai menimbulkan kecemburuan kepada ribuan GTT dan PTT yang lain. Mengingat guru PTT/GTT di Gunungkidul jumlahnya 2000 lebih.
“Oleh karenanya kita minta lagi penjelasan klarifikasi kepada bupati secara detailnya, sampai nilai nominalnya, supaya ada kepastian,” unkap Purwanto.
Klarifikasi bupati yang rencananya dimulai pukul 09.00 WIB akhirnya molor hingga pukul 13.00 WIB, alasannya karena masih lobi-lobi dengan semua anggota fraksi dan pimpinan komisi sebelum rapat dimulai.. Selain itu ada pula beberapa fraksi yang belum menyerahkan usulan. (Joko)






