Atasi Pandemi Musim Lebaran 2021 Pemerintah Tidak Kreatif

1388

DALAM melindungi rakyat dari gempuran Corona di musim lebaran idul Fitri 2021, Pemerintah Indonesia menunjukkan tidak memiliki cara kreatif. Banyak usul tetapi tidak didengar.

Polisi dan tentara itu juga manusia. Saat ini pada rentang waktu 6 hinga 17 Mei 2021 oleh Penguasa ditugasi nguber-uber manusia yang pulang mudik dari kota ke desa.

Polisi dan tentara apa pun pangkatnya, kelak akan kembali menjadi rakyat biasa. Di sana mereka akan tahu seperti apa rasanya rakyat biasa diuber-uber petugas, padahal tidak ada satupun pelanggaran hukum yang dilakukannya.

Rezim yang berkuasa selama dua tahun terakhir (2020-2021) terlihat sangat tidak kreatif dalam melindungi rakyatnya dari ancaman pandemi.

“Ini rezim sangat ortodok, maunya hanya melarang, tidak lebih dari itu. Berkumpul dilarang, bergerak dilarang, sementara duit negara itu kelewat banyak. Rakyat tahu itu ribuan triliun disimpan dalam dompet negara,” sebut salah satu pemudik dari kota Getuk Magelang yang terperangkap di pos penyekatan Jawa Tengah DIY.

Pengamat mobilitas sosial, Slamet S.Pd. MM mengusulkan, yang sehat dan bisa membuktikan surat keterangan sehat bebas covid-19 ( PCR, antigen, swab, geunos dll ) mestinya dipersilakan lanjut mudik untuk bertemu keluarga.

“Yang sakit dan terindikasi terpapar, atau tidak mampu menunjukan surat keterangan bebas covid-19 langsung ditest swab, disiapkan karantina, atau karantina mandiri,” ujar Slamet, 7-5-2021.

Intinya menurut dia, penguasa harus bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi sesama anak bangsa dalam merayakan hari raya dengan gembira dan damai. (Bambang Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.