Categories: WISATA

Awal Memanasnya Konflik Pantai Watu Kodok

WONOSARI, SABTU PON-Slamet, S.Pd. MM dalam kapasitas sebagai anggota Komisi A DPRD DIY menilai, konflik antara investor dengan warga setempat harus segera diputus. Sumarno, Ketua Kelompok Pengelola Pantai Kodok pun bertutur soal riwayat persengketaan yang dialami.

Sebagai data awal, Slamet ingin mendengar cerita dari warga secara lengkap, tentang riwayat konflik antara calon penanam modal dengan para penggarap Sultan Ground (SG), Pantai Watu Kodok.

Sumarno, Ketua Kelompok Pengelola Pantai Kodok kepada Slamet bercerita, persengketaan bermula sejak 2013-2014. Berkepanjangan hingga 2018, menurut pengakuan Sumarno di depan Slamet, pada (22/03),  warga setempat seperti diadu domba.

Versi Sumarno dan kawan-kawan, Pokdarwis yang terbentuk karena saran Pemerintah Desa, mengelola Watu Kodok, untuk keperluan pihak luar (investor). Dipaparkan, bahwa Pokdarwis  yang dipimpin Warno, beranggotakan 37 orang. Mereka mendukung penuh Watu Kodok diambil alih oleh pemilik modal.

Kelompok di bawah kendali Sumarno berhadap-hadapan dengan Kelompok Warno (bentukan pemerintah desa). Menurut cerita Sumarno, kelompok itu sekarang bubar.

Dinas Pariwisata Gunungkidul suatu saat mengundang Sumarno dkk. bahwa akan diadakan penjelasan soal penataan tanah SG. Pertemuan dilaksanakan di rumah Marto, salah satu penggarap tanah SG Watu Kodok. Sumarno tidak menyebut tanggal pertemuan, tetapi dia ingat betul, bahwa faktanya bukan sosialisasi.

Menurut Sumarno, dalam pertemuan tersebut, investor melalui kuasa hukum justru menekan bahkan mengancam Kelompoknya. Mulai saat itu Watu Kodok mulai memanas (bersambung*** Agung. S)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

5 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago